Close
hard cash on a briefcase

Dari Penguasa Teknologi Informasi ke BioTeknologi

Bisa nebak siapa?

Ya Bill Gates, ni orang saya suka lihat berita, bagaimana dia memprediksi ancaman penyebaran penyakit akibat virus dimasa-masa yang akan datang.

Hari ini saya baca lagi berita bahwa dia mendanai penelitian rekayasa nyamuk menggunakan bakteri untuk mencegah penularan penyakit ke manusia seperti demam berdarah, malaria, cikungunya, dan lainnya.

Orang kaya sih bebass… hihihihi…

Semoga tidak menjadikan penyakit baru kedepannya, karena saya kadang curiga rekayasa genetik itu akan menmbulkan suatu masalah kedepannya…

Mereka berpikir bahwa mereka melakukan perbaikan pada dunia, padahal mereka melakukan pengerusakan…

Kata-kata itu yang kadang melintas dibenak pikiran saya, terkait kemajuan teknologi

Ya karena dampak kemajuan yang saya rasakan selalu ada efek samping, seperti yang lagi booming seakrang, mobil listrik, motor listrik, sepedalistrik, apapun dimotorisasi elektrik, iot,dan lainnya, itu sampah baterai apakah sudah ada regulasi untuk daur ulangnya? Jangan-jangan baru regulasi kualitas barang doang… lah pie sampah ne…

Dikutip dari https://inet.detik.com/science/d-6248429/bill-gates-sebut-yogyakarta-tempat-hewan-berbahaya-di-dunia

Jakarta – Apa binatang yang paling berbahaya? Ternyata bukan hewan buas semacam beruang atau hiu, melainkan nyamuk. Ya, nyamuk banyak membunuh manusia dengan penyakit demam berdarah, malaria dan lainnya. Untungnya menurut Bill Gates, sudah ada solusi untuk menangkalnya.
Apakah kita bisa mengakali binatang paling berbahaya di dunia?” demikian judul artikel baru di blog Bill Gates, yang membahas tentang bahaya nyamuk dan penanggulangannya.

Bill Gates membahas bagaimana jutaan nyamuk sengaja dilepaskan dari laboratorium dengan bakteri ampuh bernama Wolbachia.

Bahas Hewan Paling Berbahaya, Bill Gates Singgung Yogyakarta. Foto: Getty Images

“Nyamuk yang dihasilkan dari pabrik itu membawa bakteri bernama Wolbachia yang menghalangi mereka menularkan demam berdarah dan virus lain semacam Zika, chikunguya dan lainnya pada manusia,” tulis sang pendiri Microsoft.

Bakteri itu akan menyebar begitu nyamuk berkembang biak sehingga makin banyak yang tidak menularkan penyakit. Bill Gates pun menyinggung soal kunjungannya di Yogyakarta sebagai salah satu pusat penelitian bakteri Wolbachia, tepatnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Itu adalah eksperimen dari World Mosquito Program, yang bekerja untuk menghentikan penyebaran demam berdarah dan penyakit lainnya, yang telah dilangsungkan di Yogyakarta. Yayasan kami mendanai riset ini. Di 2014, aku mendatangi Yogyakarta untuk melihat awal dari pekerjaan ini,” tulisnya.

Riset itu ternyata sukses besar. Uji coba yang digelar di Yogyakarta menunjukkan nyamuk yang sudah mengandung Wolbachia menurunkan kasus demam berdarah sampai 77%. Di Medelin, Kolombia, kasus demam berdarah bahkan anjlok 89%.

“Hasil itu adalah terobosan besar, menunjukkan bukti teknologi baru ini akan melindungi seluruh kota dan negara melawan ancaman penyakit dari nyamuk. World Mosquito Program kini melepaskan nyamuk itu di 11 negara, Brasil, Kolombia, Meksiko, Indonesia, Sri Lanka, Vietnam, Australia, Fiji, Kiribati, New Caledonia, dan Vanuatu,” papar Bill Gates.

Silakan berikan komentar, pertanyaan, maupun sanggahan. InsyaAllah dibalas secepatnya.

%d blogger menyukai ini: