Categories
Blogs Info Kampus Pemeringkatan Institusi SISFO Kampus

Menaikkan sitasi dengan rekayasa tertentu membuat data h-indeks naik tapi palsu

Efek kobra, dosen Indonesia terobsesi pada indeks Scopus dan praktik tercela menuju universitas kelas dunia

Mau jadi universitas kelas dunia, tapi citasi risetnya dikutip oleh diri sendiri.
Tama2u/Shutterstock

Rizqy Amelia Zein, Universitas Airlangga

Presiden Joko Widodo kerap kali menyentil kinerja Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mengenai daya saing universitas di Indonesia yang dia anggap belum memuaskan.

Terakhir, Oktober lalu, Jokowi heran mengapa hanya tiga perguruan tinggi (PT) yang berhasil masuk 500 universitas top dunia 2018 versi Quacquarelli Symonds (QS). Presiden sampai mempertanyakan soal pengelolaan universitas yang kurang mampu merespons tuntutan global.

Di tengah kebijakan internasionalisasi universitas yang sedang digalakkan, Kementerian Riset baru-baru ini merilis temuan sejumlah pelanggaran etika publikasi yang dilakukan oleh para peneliti, pengelola terbitan berkala ilmiah dan pengelola PTN.

Pelanggaran etika publikasi yang ditemukan meliputi publikasi ganda, sitiran karya sendiri atau self-citation yang tidak wajar, dan kebijakan penerbitan karya ilmiah tanpa proses telaah yang disiplin.

Tim Penilai Angka Kredit (PAK) Kementerian Riset, misalnya, menemukan seorang peneliti bisa menghasilkan 69 karya ilmiah dan 239 sitiran dalam setahun, sehingga ada dugaan peneliti tersebut mengutip karyanya sendiri dengan cara yang tidak wajar.

Pelanggaran ini dilakukan para dosen untuk ‘memoles’ capaian kinerja agar bisa go international.

Melihat kecenderungan ini, saya merasa kebijakan yang selama ini diterapkan oleh Kementerian Riset tentang internasionalisasi universitas perlu dievaluasi kembali.

Sistem pemeringkatan problematik

Pemeringkatan QS sebenarnya hanya salah satu dari beberapa lembaga pemeringkat global yang dijadikan rujukan oleh Kementerian Riset untuk mengevaluasi kinerja PT. Sampai sekarang, saya belum menemukan dokumen kebijakan resmi yang bisa diakses publik mengenai alasan mengapa kementerian ini memilih QS, bukan Academic Ranking of World University (ARWU), Times Higher Education (THE) atau Round University Rankings (RUR), sebagai acuan kinerja.

QS menyusun peringkatnya dengan metode yang sangat kompleks dengan enam indikator penilaian. Dua indikator dengan bobot tertinggi adalah (1) telaah sejawat akademisi (academic peer review) dan (2) jumlah sitiran karya ilmiah (citations per faculty). Indikator lainnya (3) perbandingan jumlah dosen dan mahasiswa, (4) penilaian reputasi dari para pemberi kerja, (5) rasio jumlah mahasiswa asing dan (6) rasio staf pendidik asing.

Meski metode yang diterapkan QS sangat kontroversial sampai mengundang kritik tajam, Kementerian Riset dan beberapa PT menggunakan indikator-indikator ini sebagai landasan untuk menyusun strategi pengembangan pendidikan tinggi.

Telaah sejawat akademisi adalah indikator yang problematik ketika dioperasionalisasikan. Untuk mengukur indikator ini, QS menyurvei reputasi universitas dengan meminta para akademisi menyebutkan 10 PT lokal dan 30 PT internasional yang menurut mereka paling bereputasi dalam disiplin ilmu yang mereka tekuni. Karena itu, QS tak hanya menyusun peringkat PT secara umum, tapi sekaligus menyusun peringkat berdasarkan disiplin ilmu tertentu yang spesifik.

Metode ini sangat meragukan, karena angka non-response yang cukup tinggi. Misalnya, untuk responden akademisi yang berasal dari Asia, Australia, dan Selandia Baru, angka respons (response rate) survei tersebut tak sampai 50%.

Selain itu, dalam memberikan penilaian, responden tidak diberikan informasi apa pun soal PT yang mereka evaluasi, sehingga ada kemungkinan hasil penilaian tersebut terkontaminasi halo effect atau kesan bias dari nama besar universitas tertentu. Lagi-lagi, metode yang bermasalah ini kemungkinan tak memberikan informasi sesungguhnya mengenai mutu pendidikan tinggi, melainkan justru menguatkan dugaan bahwa pengukuran tersebut tercemar bias kognitif.

Tergila-gila dengan Scopus

Yang paling ganjil dari pemeringkatan ini adalah komponen jumlah sitiran karya ilmiah. QS menyedot data jumlah sitiran dari Scopus, basis data pustaka komersial milik Elsevier. Universitas berlomba-lomba menambah jumlah dokumen terindeks dan jumlah sitiran di Scopus sebanyak mungkin agar skor dalam aspek ini bisa optimal. Inilah muasal mengapa akademisi Indonesia menjadi “tergila-gila” dengan Scopus.

Tak cukup di situ, Kementerian Riset juga menciptakan sistem pengukuran kinerja penelitian dan publikasi yang dinamakan skor Science and Technology Index (SINTA). Skor SINTA dihitung dari jumlah dokumen dan sitiran yang direkam oleh Google Scholar dan Scopus, tapi memberikan bobot yang jauh lebih besar pada dokumen dan sitiran yang direkam Scopus.

Berdasarkan skor SINTA, Kementerian Riset menyusun peringkat peneliti (individu), PT, bahkan terbitan berkala ilmiah. Ketergantungan kementerian pada bibliometric seperti h-index (indeks produktivitas dan sitiran) dan skor SINTA dalam jangka panjang justru membuat perkembangan sains dan inovasi menjadi mandeg.

Hal ini dikarenakan sistem ini bukannya malah mendorong peneliti untuk meningkatkan kualitas pekerjaannya, tapi justru mendatangkan obsesi berlebihan dalam mengejar promosi jabatan dan insentif sampai harus mengorbankan integritasnya sendiri.

Tak heran German Science Foundation melarang evaluasi kinerja peneliti berbasis bibliometric bahkan sudah sejak 2013.

Efek kobra dan sitiran tak wajar

Anekdot efek kobra berasal dari cerita pada periode kolonialisasi Inggris di India. Pemerintah kolonial yang saat itu khawatir dengan meningkatnya populasi kobra liar di Delhi menawarkan upah bagi siapa pun yang berhasil memburu kobra. Strategi ini tampak berhasil pada awalnya, karena setelah itu masyarakat berduyun-duyun membawa kobra mati untuk mendapatkan upah.

Namun sesaat setelah pemerintah kolonial mendapati banyak warga yang curang, yang sengaja membiakkan kobra agar mendapatkan upah, sayembara akhirnya dihentikan. Tak lama, populasi kobra liar menanjak drastis, karena tak ada lagi yang mau memburu kobra.

Dalam konteks publikasi ilmiah, efek kobra di atas mirip dengan fenomena citation selfie yang sengaja dilakukan peneliti untuk mengerek h-index. Ini membuat h-index memberikan informasi yang menyesatkan mengenai reputasi peneliti, karena seharusnya sitiran terjadi secara alami.

Kebijakan internasionalisasi memang memberikan ruang yang longgar terjadinya penyalahgunaan kekuasaan. Pengelola terbitan berkala ilmiah akan tergoda mewajibkan penulisnya menyitir naskah yang sebelumnya sudah dipublikasikan di terbitan tersebut. Dosen akan tergoda menekan mahasiswa untuk mencantumkan namanya sebagai penulis artikel ilmiah atau menyitir tulisan-tulisan mereka, agar h-index meningkat.

Meski praktik semacam ini telah dilarang oleh Committee on Publication Ethics (COPE) yang merupakan asosiasi editor dan penerbit terbitan berkala ilmiah terbesar di dunia, nyatanya praktik penyalahgunaan kekuasaan ini kerapkali ditemui di berbagai perguruan tinggi.

Ini bukan persoalan yang khas yang terjadi di Indonesia. Robert J. Sternberg, profesor psikologi perkembangan dari Cornell University, baru-baru ini digugat karena persoalan yang kurang lebih sama. Yang menakjubkan, dalam satu artikelnya, Sternberg menyitir 351 referensi, 161 di antaranya adalah tulisannya sendiri. Beberapa tulisan Sternberg ditarik dari penerbitan, karena ia ketahuan memplagiat karyanya sendiri yang sudah diterbitkan sebelumnya.

Akibatnya, Sternberg terpaksa melepaskan posisinya sebagai pemimpin redaksi Perspective on Psychological Science, jurnal ternama terbitan Association of Psychological Science (APS). Insiden memalukan ini membuatnya kehilangan muka, padahal Sternberg adalah sosok penting di balik teori yang sangat populer yaitu, Segitiga Cinta dan Tiga Aspek Kecerdasan.

Temuan Kementerian Riset tentang sitiran karya sendiri merupakan gejala awal efek kobra dari kebijakan yang mereka terapkan sendiri. Upaya menggenjot jumlah publikasi yang terlalu bergantung pada pengukuran bibliometric dan pemberian insentif, baik berupa promosi jabatan dan tambahan pendapatan, justru menimbulkan peluang terjadinya efek justifikasi berlebihan.

Dalam psikologi sosial, efek justifikasi berlebihan terjadi ketika individu termotivasi oleh penghargaan yang sifatnya ekstrinsik untuk melakukan suatu tugas. Akibatnya, individu akan merespons tugas dengan strategi yang sangat efisien, tapi performa yang dihasilkan cenderung buruk. Untuk mempertahankan motivasi individu untuk terus fokus pada tugas tersebut, insentif harus selalu tersedia. Ketika insentif hilang, minat individu akan ikut hilang.

Kementerian Riset seharusnya tak perlu terlalu terkejut bila PT dan peneliti melakukan segala cara untuk terlihat keren. Terlalu fokus pada pengukuran membuat kita terobsesi pada hal-hal kosmetik, sekaligus lupa pada aspek yang lebih substansial. Integritas dan kemerdekaan akademik, misalnya.

Sains terbuka sebagai solusi

Saya percaya kredibilitas dan nilai informasi dari suatu penelitian terletak pada integritas penelitinya. Integritas akan tampak dari komitmen peneliti untuk menyelenggarakan penelitian secara transparan dan terbuka.

Untuk itu, saya mengusulkan sistem penilaian kinerja peneliti berbasis praktik sains terbuka, suatu praktik yang menghendaki agar peneliti membuat semua material dan temuan penelitiannya menjadi sumber daya milik publik. Center for Open Science (COS), sebuah organisasi nirlaba yang mengadvokasi praktik sains terbuka menerbitkan Transparency and Openness Promotion (TOP) Guidelines bagi peneliti, PT dan pengelola terbitan berkala ilmiah yang ingin mengadopsi prinsip sains terbuka.

Peneliti yang secara terbuka melaporkan potensi terjadinya konflik kepentingan, hasil uji kelayakan etik penelitiannya, asumsi awal termasuk hipotesis penelitian, rencana pengambilan data, perencanaan jumlah sampel sekaligus aturan penghentian pengambilan data, strategi perekrutan partisipan penelitian, data mentah, sampai prosedur analisis data, diberi penghargaan yang lebih baik daripada peneliti yang menolak untuk melakukan hal tersebut di atas.

Kebijakan berbasis sains terbuka saat ini menjadi tren sejak krisis replikasi ramai diperbincangkan pada 2011. Uni Eropa bahkan lebih taktis dengan menyusun Plan S sebagai acuan untuk mengevaluasi penelitian yang mereka sponsori.

Beberapa jurnal dengan faktor dampak tinggi juga memberikan lencana sains terbuka bagi peneliti yang melakukan pra-registrasi, membagikan data mentah dan prosedur analisisnya kepada publik.

Saya percaya agar ekosistem riset di Indonesia menjadi progresif dan dinamis, maka peneliti dan pengelola PT harus mengadopsi prinsip transparansi. Saat ini, pilihan yang tersedia hanya dua – sains terbuka atau menjadi tertinggal sepenuhnya.

Rizqy Amelia Zein, Assistant Lecturer in Social and Personality Psychology, Universitas Airlangga

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Categories
Blogs Info Kampus SISFO Kampus

Fungsi Urusan Konten dan Sumber Daya TI

Dapat tugas dari Direktur PuTI, mengenai positioning Kosmos.

Saya bikin dalam mindmap dahulu https://miro.com/app/board/o9J_lOzs7uc=/

Lalu oleh ikke di terjemahkan ke word https://docs.google.com/document/d/1V_xzzUAcxMF7C5JP0eaQiw68SnEZYLQmPdFTEOpfHt8/edit#

Categories
Blogs Info Kampus SISFO Kampus

Bantuan Kuota Internet Dosen Mahasiswa Pemutakhiran data

Bantuan Kuota Internet Dosen & Mahasiswa – Pemutakhiran data pada PDDikti

Menindaklanjuti informasi dari LLDIKTI Wilayah IV perihal Pemutakhiran data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

 

  1. Menghimbau kepada Pengelola PDDikti di setiap perguruan tinggi agar melakukan :
  2. a)Pemutakhiran data kontak mahasiswa terdaftar yaitu data Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat domisili, nomor telepon, nomor HP, dan email.
  3. b)Pemutakhiran data kontak dosen yaitu data Nomor Induk Kepegawaian (NIK), alamat domisili, nomor HP, dan email.
  4. Pemutakhiran data mahasiswa dapat dilakukan pada aplikasi PDDikti Feeder melalui  menu detail mahasiswa, tanpa pembukaan periode lapor 
  5. Pemutakhiran data dosen dapat dilakukan pada Laman PDDikti menu dosen atau melalui aplikasi SISTER PDDikti
  6. Mohon pemutakhiran data dilakukan selambat-lambatnya hingga 11 September 2020

 

Perlu kami sampaikan bahwa data kontak tersebut akan dimanfaatkan untuk beberapa keperluan antara lain pemberian bantuan kuota internet untuk mahasiswa dan dosen, aplikasi portofolio mahasiswa serta aplikasi kampus merdeka.

 

Sekiranya diperlukan informasi lebih lanjut terkait pemutakhiran data kontak mahasiswa dan dosen, dapat menghubungi pengelola PDDikti di Sekretariat Ditjen Pendidikan Tinggi melalui aplikasi sigap.kemdikbud.go.id.

 

Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih.

Salam
Harmony Excellent, Integrity

NB.

Terlampir Surat LLDIKTI WIL IV & Flyer Bantuan Kuota Internet dari Ditjen Dikti

 

Categories
Blogs SISFO Kampus TIK World Wide Web

Merubah tampilan Landing Page Login AD FS SSO Office 365 On Premise

Bagi yang menggunakan onpremise ADFS server untuk SSO ke Office 365, bisa dilakukan modifikasi Landing Pages halaman login SSO. Lumayan kan, lebih bercitarasa milik lembaga sendiri, dari pada pakai landing pages bawaan microsoft.

Pastikan konfigurasi server ADFS sudah selesai secara sempurna, dan halaman login SSO onpremise sudah bisa diakses atau dipakai login layanan Office 365.

Yuk kita mulai saja modifikasinya, yaitu sebagai berikut:

 

Merubah Logo

  • Set-AdfsWebTheme -TargetName default -Logo @{path=”c:Contosologo.png”}
  • Pastikan gambar logo halaman ADFS login ukurannya tidak melebihi 260×350 dengan resolusi 96 dpi, kemudian ukurannya tidak lebih dari 10 KB
  • Simpan gambar logo di C, kemudian lakukan perintah cmd as administrator:
  • Set-AdfsWebTheme -TargetName default -Logo @{path=”c:tulo.png”}

Merubah gambar ilustrasi

  • Set-AdfsWebTheme -TargetName default -Illustration @{path=”c:Contosoillustration.png”}
  • Gambar untuk ilustrasi halaman login ADFS ukurannya tidak lebih dari 1420×1080 dengan pixels @ 96 DPI, kemudian besarnya file kurang dari 200 KB
  • Simpan gambar ilustrasi di C, kemudian lakukan perintah cmd as administrator:
  • Set-AdfsWebTheme -TargetName default -Illustration @{path=”c:ilus.jpg”}
  • Merubah text keterangan

  • Set-AdfsGlobalWebContent -SignInPageDescriptionText “<p>Sign-in to Contoso requires device registration. Click <A href=’http://fs1.contoso.com/deviceregistration/’>here</A> for more information.</p>”
  • lakukan perintah cmd as administrator:
  • Set-AdfsGlobalWebContent -SignInPageDescriptionText “<p>Sign-in ke ADFS Office 365 Telkom University menggunakan username dan password sesuai akses ke iGracias. Ajukan ticketing di <A href=’https://igracias.telkomuniversity.ac.id/’>Helpdesk iGracias</A> jika mengalami kendala login atau lisensi.</p>”

Merubah text footer

  • Set-AdfsGlobalWebContent -HelpDeskLink https://fs1.contoso.com/help/ -HelpDeskLinkText Help
  • Tambah link helpdesk, lakukan perintah cmd as administrator:
  • Set-AdfsGlobalWebContent -HelpDeskLink https://igracias.telkomuniversity.ac.id/ -HelpDeskLinkText Helpdesk-iGracias
  • Set-AdfsGlobalWebContent -HomeLink https://fs1.contoso.com/home/ -HomeLinkText Home
  • Tambah link home, lakukan perintah cmd as administrator:
  • Set-AdfsGlobalWebContent -HomeLink https://telkomuniversity.ac.id/ -HomeLinkText Tel-U
  • Tambah link privacy, lakukan perintah cmd as administrator:
  • Set-AdfsGlobalWebContent -PrivacyLink https://fs1.contoso.com/privacy/ -PrivacyLinkText Privacy
  • Tambah link privacy, lakukan perintah cmd as administrator:
  • Set-AdfsGlobalWebContent -PrivacyLink http://rnd.is.telkomuniversity.ac.id/geetings-from-manager/news-archieves/term-of-service-tos-of-tel-u-official-document-usage/ -PrivacyLinkText Privacy

Hasilnya akan seperti ini:

 

Alhamdulillah, setelah 2 minggu mencoba betulin server adfs, akhirnya kelar juga, jadi sysadmin windows server dadakan. Terima kasih buat helpdesk iGracias yang banyak jadi bumper saat ada komplain, tim datacenter yang bantu install OS, dan kepada UCrew yang sudah banyak bantu testing juga jadi bumper komplain dari para pengguna Office 365 Telkom University.

 

Sumber: https://docs.microsoft.com/en-us/windows-server/identity/ad-fs/operations/ad-fs-user-sign-in-customization

Categories
SISFO Kampus

Partisipasi Pegawai STISI Telkom Dalam Blog Institusi

Partisipasi Pegawai STISI Telkom Dalam Blog Institusi

Partisipasi Pegawai Dalam Blog Institusi

 

Partisipasi Pegawai Dalam Blog Institusi

 

Sosialisasi Blog STISI Telkom dan tata cara penggunaannya telah dilakukan sedemikian rupa, baik dengan privat maupun pelatihan resmi semua itu untuk mempermudah pegawai STISI Telkom dalam mepergunakan Blog Institusi, namun masih saja ada kendala dan permintaan penjelasan penggunaannya. Padahal sebetulnya jika ada niat ingin belajar, ilmu di google.com lebih banyak dan bisa dilakukan kapanpun, tanpa terbatas waktu dan ruang.

Berikut Summary partisipasi pegawai STISI Telkom dalam blog institusi :

Silahkan Download file :

Tingkat Partisipasi Pegawai STISI Telkom Dalam Menggunakan Blog DOC

Tingkat Partisipasi Pegawai STISI Telkom Dalam Menggunakan Blog DOCX

Tingkat Partisipasi Pegawai STISI Telkom Dalam Menggunakan Blog PDF

 

Participation STISI Telkom Staff & Lecturers in writing at www.blog.stisitelkom.ac.id







No. Room Name Position Blog Address Posting Documents
PDF DOC DOCX PPT PPTX
1 PIMPINAN Imelda Tirra Usnadibrata Ketua imeldausnadibrata.blog.stisitelkom.ac.id 4 0
2 Devie Avianty Customer Service & Sekretaris avie.blog.stisitelkom.ac.id 3 1
3 Agung Riksana Penjamin Mutu agung.blog.stisitelkom.ac.id 19 503
4 Halida Intan Pratiwi Staf Penjamin Mutu halidaintanpratiwibercuap.blog.stisitelkom.ac.id 2 1
5 WAKA I Danang Mursita Wakil Ketua I danangmursita.blog.stisitelkom.ac.id 54 153
6 Ivadha Ridha Marlisa Staf Akademik ivaherbal.blog.stisitelkom.ac.id 2 0
7 Hilfan Soeltansyah Asisten Manajer SISFO hilfan.blog.stisitelkom.ac.id 18 23
8 Tahta Galuh Sari Staf Sisfo galche.blog.stisitelkom.ac.id 5 1
9 Faizal Staf Sisfo faizal.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
10 Fahjrin Nuary Pradipta Staf Sisfo aero13.blog.stisitelkom.ac.id 2 0
11 Kusumahari Hadison Staf Sisfo kusumaharihadison.blog.stisitelkom.ac.id 1 0
hary.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
12 WAKA II Suhardi Wakil Ketua II suhardi.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
13 Heri Iman Nurjaman Asisten Manajer SDM & Keuangan heriiman.blog.stisitelkom.ac.id 2 0
14 Netty Kuraesyin Indriyati Staf Keuangan & SDM netty.blog.stisitelkom.ac.id 4 2
15 Andina Puspita Staf Keuangan andien.blog.stisitelkom.ac.id 4 0
16 WAKA III Sulaeman Wakil Ketua III sulaeman.blog.stisitelkom.ac.id 1 0
17 Maman Sulaeman Manajer Kerjasama & Pemasaran 0 0 0
18 Gina Apryani Staf Waka III gajahkayang.blog.stisitelkom.ac.id 1 0
19 Hendri Gustaman Staf Kmhsw, Layanan Karir & Alumni hendri.blog.stisitelkom.ac.id 8 6
20 Suharyanto H. Soro Dosen Tetap suharyanto.blog.stisitelkom.ac.id 3 1
21 Sri Martini Dosen Tetap srim.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
22 Tantri Chandra Dewi Designer tantrichan.blog.stisitelkom.ac.id 10 6
23 Aditya Esthi Kurniawati Designer adhieet.blog.stisitelkom.ac.id 11 4
24 BAA Soni Sadono Manajer Akademik soni.blog.stisitelkom.ac.id 2 0
25 Ahmad Sanusi Asisten Manajer Akademik ahmad.blog.stisitelkom.ac.id 5 3
26 Ica Ramawisari Staf Akademik ramawisari.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
27 Annisa Zuhra Staf Akademik zuhra.blog.stisitelkom.ac.id 4 0
28 Wisnu Hardijanto Asisten Manajer Logistik wisnu.blog.stisitelkom.ac.id 4 0
29 Ahmad Fauzan Staf Logistik fauzannn2.blog.stisitelkom.ac.id 1 0
fauzannn.blog.stisitelkom.ac.id 2 0
30 CUSTOMER SERVICES Dini Febrianti Customer Service & Staf Promosi 0 0 0
31 Unang Sobana Customer Service & Staf Promosi 0 0 0
32 PERPUSTAKAAN Daris Rohmansyah Maulana Staf Perpustakaan darismaulanaworld.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
darismaulana.blog.stisitelkom.ac.id 4 6
33 Syarifatunnisa Marmalia Putri Staf Perpustakaan ringchery.blog.stisitelkom.ac.id 5 4
34 JANITOR Muhammad Ismet Office Boy ismet.blog.stisitelkom.ac.id 3 2
35 Tantan Hadiansyah Office Boy tantan.blog.stisitelkom.ac.id 2 1
36 Iwan Setiawan Office Boy 0 0 0
37 Duddy Daryadi Office Boy duddydaryadi.blog.stisitelkom.ac.id 4 2
38 Elfan Danisyah Office Boy 0 0 0
39 Deni Fitra Office Boy 0 0 0
40 SECURITY Enjang Supriatna Security 0 0 0
41 M.Hamdan Bukhori Security 0 0 0
42 Agus Marwan Security 0 0 0
43 Toto Sumartono Security 0 0 0
44 Hendar Hermawan Security 0 0 0
45 Fiki Security 0 0 0
46 Rosad Driver 0 0 0
47 Yayan Driver 0 0 0
48 PROGRAM STUDI DESAIN INTERIOR Kunkun Kurnia Kaprodi DI kunkun.blog.stisitelkom.ac.id 4 4
49 Arie Rosmalati Staf Prodi DI, DP, KTM, SRM arie.blog.stisitelkom.ac.id 4 1
50 Benny Armansyah Dosen Tetap bennyarmansyah.blog.stisitelkom.ac.id 8 2
51 Tri Haryotedjo Dosen Tetap triharyo.blog.stisitelkom.ac.id 2 0
52 Santi Salayanti Dosen Tetap santisalayanti.blog.stisitelkom.ac.id 15 0
53 Teddy Ageng Mulyana Dosen Tetap 0 0 0
54 Hendi Hendratman Dosen Tetap hendigo.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
55 Titian Sarihati Dosen Tetap titian.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
56 PROGRAM STUDI DESAIN PRODUK Dody Hadiwijaya Kaprodi DP apanaamana.blog.stisitelkom.ac.id 16 0
57 Pratiwi Kusumowardhani Dosen Tetap pratiwi.blog.stisitelkom.ac.id 6 4
58 Muchlis Dosen Tetap muchlis.blog.stisitelkom.ac.id 5 0
59 Wildan Aulia Dosen Tetap idandp.blog.stisitelkom.ac.id 4 8
60 PROGRAM STUDI KRIYA TEKSTIL MODE Alberta Haryundanti Kaprodi KTM haryudanti.blog.stisitelkom.ac.id 20 0
yoneko.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
61 Arini Arumsari Dosen Tetap arinish.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
62 Nadia Arfan Dosen Tetap nadiaarfan.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
63 Morinta Rosandini Dosen Tetap morinta.blog.stisitelkom.ac.id 6 3
64 Citra Puspitasari Dosen Tetap citrapuspitasari.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
65 Fajar Ciptandi Dosen Tetap fajarciptandi.blog.stisitelkom.ac.id 7 2
66 Rika Nugraha Dosen Tetap nugraharika.blog.stisitelkom.ac.id 3 6
67 PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI & PATUNG Didit Endriawan Kaprodi SRM diditsr.blog.stisitelkom.ac.id 8 4
68 Amrizal Salayan Dosen Tetap 0 0 0
69 Kiki Rizky Soetisna Putri Dosen Tetap 0 0 0
70 Satrio Hari Wicaksono Dosen Tetap 0 0 0
71 Gabriel Aries Setiadi Dosen Tetap 0 0 0
72 Dadan Sudiana Dosen Tetap 0 0 0
73 PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Anne Nurfarina Kaprodi DKV 0 0 0
74 Wike Pratiwi Staf Prodi DKV wike.blog.stisitelkom.ac.i 6 0
75 Ira Wirasari Dosen Tetap 0 0 0
76 Aris Rahmansyah Dosen Tetap arisrahmansyah.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
77 Riksa Belasunda Dosen Tetap 0 0 0
78 Sonson Nurusholih Dosen Tetap artson.blog.stisitelkom.ac.id 4 0
79 Ilhamsyah Dosen Tetap reparasidesain.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
80 Novian Denny Nugraha Dosen Tetap 0 0 0
81 Yayat Sudaryat Dosen Tetap umya.blog.stisitelkom.ac.id 0 0
82 Jerry Dounald Rahajaan Dosen Tetap jerry.blog.stisitelkom.ac.id 1 1
83 Yelly Andriani Barlian Dosen Tetap yells.blog.stisitelkom.ac.id 7 10
84 DOSEN LUAR BIASA Reza Noor Umboro Dosen LB 0 0 0
85 Mirza Soraya Dosen LB 0 0 0
86 Teddy Hendiawan Dosen LB 0 0 0
87 Nandang Ihwanudin Dosen LB 0 0 0
88 Sari Yuningsih Dosen LB 0 0 0
89 Siti Desintha Dosen LB 0 0 0
90 Moch. Whilky Rizkyanfi Dosen LB whilky.blog.stisitelkom.ac.id 2 1
91 Sri Nurasiawati Dosen LB 0 0 0







Jumlah Pegawai
: 91
Prosentase Partisipasi : 100.00%
Jumlah Pemilik Blog
: 64
Keseluruhan Pegawai : 70.33%
Jumlah Dosen x Punya Blog
: 44 x 28 = 63.63% Dosen Pemilik Blog
Staf : 39.56%
Jumlah Staf x Punya Blog
: 47 x 36 = 76.60% Staf Pemilik Blog
Dosen : 30.77%
Categories
SISFO Kampus

Strategi Pengembangan dan Implementasi e Learning di Perguruan Tinggi

Strategi Pengembangan dan Implementasi e Learning di Perguruan Tinggi

Salah satu materi seminar di dalam Seminar Effective e-Learning for Education adalah Strategi Pengembangan dan Implementasi e-Learning di Perguruan Tinggi yang dipresentasikan oleh Bapak  Zainal A. Hasibuan, Ph.D., beliau adalah Kepala Laboratorium Digital Library and Distance Learning Universitas Indonesia. Website elearning UI.

Strategi Pengembangan dan Implementasi e-Learning di Perguruan Tinggi
Strategi Pengembangan dan Implementasi e-Learning di Perguruan Tinggi

Point penting isi materi adalah sebagai berikut :
Mengapa E-Learning? :

  • Tingkat partisipasi pendidikan tinggi relatif rendah-18%. Target:2014–2015 adalah 30% (M. Nuh, 2011).
  • Peningkatan kualitas Manusia Indonesia (Tahun 2010 Human Development Index-HDI peringkat 108 dari 170; Tahun 2011 turun ke peringkat 124).
  • Penyebaran Infrastruktur TIK tidak Merata (akses internet sekita 20 juta, penetrasi PC 6 juta, sebagian besar di P. Jawa)
  • Penyebaran Pendidik yang Berkualitas tidak Merata (60 % Pendidik bergelar S2, S3 berada di Pulau Jawa)
  • Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa.
  • 59% menempati Pulau Jawa yang hanya memiliki luas wilayah 6,75% dari wilayah Indonesia.
  • Kondisi geografis ini memunculkan tantangan pemerataan pembangunan sarana dan prasarana di bidang pendidikan.
  • Kualitas pengajar, terkonsentrasi dibeberapa tempat.
  • Akses ke materi belajar yang relevan dan up-to-date, masih terbatas.

Keuntungan E-Learning bagi Mahasiswa;

  1. Lebih fleksibel menyusun rencana dan waktu untuk kuliah, Sangat sesuai untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan waktu
  2. Mempunyai kebebasan dan waktu yang cukup untuk mempelajari materi contoh: playback materi yang disampaikan
  3. Fasilitas kolaborasi diskusi, kegiatan grup dapat terekam dan mudah diakses
  4. Personalisasi (student-centered) tracking materi (roadmap, bookmark, self-test), akses online hasil quiz/ujian

Keuntungan E-Learning bagi Dosen);

  1. Tidak terikat pada tempat/lokasi, jumlah peserta dapat lebih besar.
  2. Dapat memberikan dukungan materi yang luas: penyampaian (multimedia) maupun referensi, materi pendukung, link global dengan Internet (WWW).
  3. Dapat memberikan perhatian terhadap individu: monitor kemajuan setiap mahasiswa, terbuka komunikasi tanpa dibatasi waktu
  4. Mudah mengatur struktur matak uliah, tugas, ujian

Download materi seminar mengenai Strategi Pengembangan dan Implementasi e Learning di Perguruan Tinggi disini.

Categories
SISFO Kampus

Perpustakaan Digital dan Pengelolaanya

Perpustakaan Digital merupakan salah satu cara dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), sedangkan peningkatan SDM adalah bagian dari pendidikan, sehingga hal ini sesuai dengan program STISI Telkom dalam upaya peningkatan mutu mahasiswa STISI Telkom.

Dahulu para mahasiswa di lingkungan STISI Telkom, hanya menerima layanan yang terbatas dan konvensional, maka sekarang sudah bisa diakses melalui pengembangan jejaring Perpustakaan Digital di www.library.stisitelkom.ac.id.

Abad 21 ini, abad dimana setiap saat muncul informasi baru, sehingga setiap orang perlu melek informasi. Meskipun fasilitas yang digunakan tidak canggih, masyarakat tetap dapat memiliki kemampuan untuk dapat memanfaatkan dan menikmati informasi.

Perpustakaan, dulu hanya berisi buku-buku, namun perpustakaan modern saat ini ditambah dengan berbagai kebutuhan zaman, seperti ribuan keping VCD yang berisi tentang berbagai ilmu pengetahuan, termasuk juga jejaring melalui internet sehingga terkoneksi antar perpustakaan lain di Indonesia.

Dalam pengelolaan perpustakaan penting memiliki kemampuan dalam literasi informasi. Literasi di bidang informasi ini harus dikembangkan karena selalu ada hal baru dan orang tidak boleh ketinggalan, tapi masa lalu itu bagian dari masa sekarang. Kemajuan kita sekarang ini tidak boleh menghilangkan hal-hal yang lama, oleh karena itu sangat penting untuk menyimpan dan merawat buku-buku lama, yang mungkin saat ini sudah sedikit digunakan. Selain itu penting pula mewujudkan interoperabilitas antar anggota jejaring perpustakaan.

Kalangan akademisi, baik yang di tingkat dasar maupun universitas, harus memiliki kesadaran akan informasi yang masuk, sehingga mereka akan terus mengetahui informasi yang baru. Namun, pengetahuan terhadap informasi-informasi itu tidak lepas dari bantuan pustakawan. Pustakawan harus mengetahui hal-hal lama maupun baru dalam berbagai bidang, meskipun pustakawan memiliki interestnya sendiri.

Literasi informasi dapat membantu pustakawan dalam mengatur, menyusun, merawat, dan memanfaatkan informasi. Selain itu, penting juga bagi pustakawan khususnya dan akademisi pada umumnya, untuk mendorong minat masyarakat Indonesia dalam membaca, maupun memanfaatkan internet untuk menambah informasi.

Penting bagi pengajar maupun pustakawan untuk bisa mengembangkan kemampuan literasi informasinya. Selain itu, fasilitas buku-buku dalam perpustakaan juga mendukung berkembangnya kemampuan masyarakat dalam menggunakan dan memanfaatkan informasi literasi bagi dirinya maupun orang lain. Tugas universitas-universitas yang memiliki fasilitas perpustakaan yang lengkap untuk bisa mengajarkan kemampuan literasi informasi kepada lapisan masyarakat yang lain.

Aplikasi perpustakaan digital STISI Telkom, menggunakan aplikasi opensource yang dibuat oleh Pusat Informasi dan Humas Depdiknas RI. Informasi lebih lengkap silahkan akses www.slims.web.id

Sistem informasi perpustakaan digital di lingkungan STISI Telkom dikelola oleh Pak Daris dan Ibu Putri. Silahkan menghubungi keduanya apabila ada hal yang ingin ditanyakan mengenai perpustakaan STISI Telkom.

Untuk panduan penggunaan perpustakaan digital di STISI Telkom silahkan download di http://ringchery.blog.stisitelkom.ac.id/files/2011/11/BUKU-PANDUAN.pdf

Categories
Info Kampus Pemeringkatan Institusi SISFO Kampus

Perguruan Tinggi Menurut Scopus Yang Produktif di Indonesia Tahun 2015

Kabar gembira untuk Telkom University, yaitu adanya kenaikan indexing scopus Tel-U menjadi peringkat 19 se-Indonesia (sebelumnya adalah peringkat 33), dengan 238 paper.

Berikut disampaikan daftar paper terindeks scopus tersebut.
Alhamdulillah School of Computing (SoC) memiliki 94 paper dari list tersebut, atau sebesar 39,5 %.
Untuk fakultas lain monggo, bisa dihitung sendiri (secara manual).
Semoga file ini bermanfaat untuk pencatatan di PPM dan Akreditasi Prodi.
Insya Alloh, dalam sebulan kedepan indexing Scopus Tel-U akan bertambah dari ICoICT 2015 dan publikasi yang lainnya.
Semoga publikasi Tel-U semakin meningkat terus dari sisi kuantitas dan kualitasnya, aamiin YRA
Nuhun.

salam,
kang ady

  1. Scopus Telkom University 2015
  2. Scopus Telkom University 2015 2

 

Mengacu pada data Scopus per 28 Januari 2015, hanya ada sekitar 100 PT di Indonesia. Dari 100-an PT tsb, 50 PT yang paling produktif dapat dilihat di sini:

  1. 50 Perguruan Tinggi Indonesia di Scopus 7 Agustus 2015
  2. 50 Perguruan Tinggi Indonesia di Scopus 28 Januari 2015

 

 

Data tahun 2014

105 Perguruan Tinggi Indonesia di Scopus 5 Agustus 2014

100 Perguruan Tinggi Indonesia di Scopus 6 Februari 2014

59 Perguruan Tinggi Indonesia di Scopus 11 Juli 2013

56 Perguruan Tinggi Indonesia di Scopus 23 Mei 2013

54 Perguruan Tinggi Indonesia di Scopus 21 November 2012

54 Perguruan Tinggi Indonesia di Scopus 1 Agustus 2012

51 Perguruan Tinggi Indonesia di Scopus

49 Perguruan Tinggi Indonesia di Scopus

Sumber:

Hendra Gunawan H. Gunawan's Professional Blog http://personal.fmipa.itb.ac.id/hgunawan/2015/01/28/50-perguruan-tinggi-indonesia-paling-produktif-menurut-scopus-2015/

Perguruan Tinggi Menurut Scopus Yang Produktif di Indonesia Tahun 2015

Categories
Blogs Info Kampus Mix Sejarah SISFO Kampus

Telkom University (Tel-U)

Telkom University (disingkat Tel-U)- merupakan penggabungan dari beberapa institusi yang berada dibawah badan penyelenggara Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) yaitu IT Telkom, IM Telkom, Poltek Telkom dan STISI Telkom.
Telkom University (disingkat Tel-U)- merupakan penggabungan dari beberapa institusi yang berada dibawah badan penyelenggara Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) yaitu IT Telkom, IM Telkom, Poltek Telkom dan STISI Telkom. Tel-U mengkhususkan program studinya pada bidang “Information and Communications Technologies, Management and Creative Industries” sebagai jawaban atas tuntutan perkembangan industri TIK yang begitu pesat.

Rata-rata pertumbuhan sektor bisnis telekomunikasi di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 20% tiap tahunnya. Pertumbuhan ini meliputi bisnis layanan komunikasi berbasis seluler, telepon tetap, internet, dan akses pita lebar. Dengan jumlah pertumbuhan sebesar itu, diperkirakan kebutuhan tenaga Infokom pada tahun 2010 di Indonesia adalah sebanyak 320.000 orang.

Saat ini penyedia lulusan infokom berasal dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, termasuk Tel-U. Namun jumlah lulusan dari perguruan-perguruan tinggi yang memiliki program studi terkait dengan bidang infokom tersebut, baru sekitar 20.000 orang per tahun.

Tel-U mencanangkan di tahun 2017 nanti akan menjadi perguruan tinggi berkelas internasional yang unggul di bidang Infokom dan menjadi agen perubahan dalam membentuk insan cerdas dan kompetitif.

 

Visi

Visi Telkom University adalah menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis teknologi informasi.

Misi

1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan berstandar internasional;
2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen, dan seni yang diakui secara internasional;
3. Memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen, dan seni, untuk kesejahteraan dan kemajuan peradaban bangsa.

Tujuan

1. Tercapainya kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan;
2. Menghasilkan lulusan yang memiliki integritas, kompetensi, dan daya saing nasional dan internasional;
3. Menciptakan budaya riset, atmosfir akademik lintas budaya, dan jiwa kewirausahaan di kalangan sivitas akademika;
4. Menghasilkan karya penelitian dan produk inovasi yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.

 

(Sumber : https://telkomuniversity.ac.id/id/profil)

Categories
SISFO Kampus

Apa Itu E-Learning

 

E-learning merupakan suatu teknologi informasi yang realtif baru di Indonesia. E-learning terdiri dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘elektronic’ dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer.

 

Karena itu, maka e-learning sering disebut pula dengan ‘online course’. Dalam berbagai literatur, e-learning didefinisikan sebagai berikut :

 
E-learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as (Soekartawi, 2003)
Dengan demikian maka e-learning atau pembelajaran melalui online adalah pembelajaran yang pelaksaanya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelit atau komputer.
Dalam perkembanganya, komputer dipakai sebagai alat bantu pembelajaran, karena itu dikenal dengan istilah (CBL) atau computer assisted learning (CAL). Saat pertama kali komputer mulai diperkenalkan khususnya untuk pembelajaran, maka komputer menjadi popular dikalangan anak didik. Hal ini dapat dimengerti karena berbagai variasi teknik mengajar bisa dibuat dengan bantuan kompter tersebut. Maka setelah itu teknologi pembelajaran terus berkembang dan dikelompokan menjadi dua yaitu :
–  Technology-based learning
–  Technology-based Web-learning
Technology based-learning ini pada prinsipnya terdiri dari dua, yaitu audio (audio tape, radio, voice mail, telepone ) an video information technologies (video tape, nideo text, video messaging). Sedangkan technology based web-learning pada dasarnya adalah data information tecbnologies (bulletin board, internet, email, tele-collaboration).
Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, yang sering dijumpai adalah kombinasi dari teknologi yang dituliskan di atas (audio/data, video/data, audio/video). Teknologi ini juga sering dipakai pada pendidikan jarak jauh, dimaksudkan agar komunikasi antara murid dan guru bisa terjadi dengan keunggulan teknologi e-learning ini. Sedangkan interaksi antara guru dan murid bisa dilaksanakan melalui cara langsung (synchronous) atau tidak langsung, misalnya pesan direkam dahulu sebelum digunakan. Cara ini dikenal dengan nama e-synchronous.

 

Sumber : http://url.stisitelkom.ac.id/66796

Categories
Blogs Info Kampus SISFO Kampus Teknologi Informasi TIK World Wide Web

E-Learning

Pengertian E-Learning  
Rabu, 07 Maret 2007
Last Updated ( Sabtu, 26 Juli 2008 )

Sumber : http://url.stisitelkom.ac.id/55926

Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :

Pembelajaran jarak jauh.

E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.

Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.

Pembelajaran dengan perangkat komputer

E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.

Pembelajaran formal vs. informal

E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learningbisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.

Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:

Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan

Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari

Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari

Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.

Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.

E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.

Categories
SISFO Kampus

Referensi Bencmark Web Institusi Pendidikkan

Aplikasi Repository

Categories
SISFO Kampus

Scimago Institution Ranking SIR 2011

Scimago Institution Ranking SIR 2011

 

The current report involves the third release of our annual series Scimago Institutions Rankings World Reports, that based on quantitative data of citation and publication shows bibliometric indicators that unveil some of the main dimensions of research performance of worldwide research-devoted institutions. As in former editions, SIR World Report 2011 aims at becoming an evaluation framework of research performance to Worldwide Research Organizations.

The report shows six indicators that will help users evaluate the scientific impact, thematic
specialization, output size and international collaboration networks of the institutions.
The period analyzed in the current edition covers 2005-09. The tables include institutions having published at least 100 scientific documents of any type, that is, articles, reviews, short reviews, letters, conference papers, etc., during the year 2009 as collected by worldwide leader scientific database Scopus by Elsevier. The report encompasses Higher Education Institutions (HEIs) as well as other research-focused organizations from different sizes, with different missions and from countries in the five continents. Institutions are grouped into five Institutional Sectors: Higher Education, Health System, Government Agencies, Corporations and Others.

To elaborate this report, we carry out the challenging task of identifying and disambiguating all the institutions through an overwhelming number of scientific articles, reviews and conference papers contained in Scopus. The task, which is carried out by a mix of computer and human means, comprises the identification and gathering of institution’s affiliation variants under a unique identifiable form as well as the classification into institutional sectors.
SIR World Reports 2011 is the most comprehensive ranking of Worldwide Research Institutions.

Following the goal of embracing every institution around the world with significative scientific
output, the ranking now includes 3,042 institutions that together are responsible for more than 80% of worldwide scientific output during the term 2005-09 as indexed in Elsevier’s Scopus database.

The intended target audience of SIR World Report 2011 is formed by policymakers, research
managers, researchers, media and general public interested in finding out about research
performance of worldwide Institutions.

Scimago Institution Ranking SIR 2011

www.stisitelkom.ac.id www.di.stisitelkom.ac.id www.ktm.stisitelkom.ac.id

www.dkv.stisitelkom.ac.id www.dp.stisitelkom.ac.id www.srm.stisitelkom.ac.id

www.blog.stisitelkom.ac.id www.multimedia.stisitelkom.ac.id

www.elearning.stisitelkom.ac.id www.library.stisitelkom.ac.id

www.digilib.stisitelkom.ac.id www.mirror.stisitelkom.ac.id

www.sisfo.stisitelkom.ac.id www.hilfan.blog.stisitelkom.ac.id

www.hilfans.wordpress.com www.hilfan-s.blogspot.com www.askaf.co.id

Categories
Blogs Info Kampus Pemeringkatan Institusi SISFO Kampus

Webometrics STISI Telkom

SUMMARY

Webometrics STISI Telkom

 

Dalam dunia webometric website intitusi pendidikan STISI Telkom baru didaftarakan pada bulan 10 Juli 2011. Dikarenakan penilaian webometrics didalakukan 2 kali dalam 1 tahun, yaitu tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Maka Institusi STISI Telkom belum masuk dalam ranking, karena webometrics hanya mencantumkan ranking dunia maksimal peringkat 12.000. Sedangkan untuk ukuran ranking webometric di Indonesia maksimal peringkatnya 149, dan institusi STISI Telkom pun belum bisa masuk dalam ranking.

Webometric memiliki parameter penilaian tertentu (lihat dalam Laporan Pelatihan Blog STISI Telkom) dalam menentukan ranking website suatu institusi. Seorang webmaster suatu institusi harus bisa membuat struktur dan mengelola website institusi agar kandungan/konten website institusinya bisa mudah terbaca dengan baik oleh Search Engine, konten dari website dipengaruhi oleh keaktifan sivitas akademika didalalamnya. Sehingga sivitas akademika suatu institusi berperan sangat besar dalam menentukan ranking webometrics.

Untuk saat ini keaktifan sivitas akademika STISI Telkom dalam menulis kegiatan dan tulisan ilmiah diwebsite institusi STISI Telkom masihlah rendah (lihat dalam Tulisan Tingkat Partisipasi Pegawai STISI Telkom Dalam Menggunakan Blog). Beberapa website institusi STISI Telkom yang bisa dijadikan ajang untuk menuliskan kegiatan atau tulisan ilmiah sekarang ini adalah;

Institusi pendidikan didalam Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) yang sekelas dengan STISI Telkom ada 3 yaitu :

General Rekapitulasi Performansi Webometrics Institusi YPT Grup

Jumlah Dari Seluruh Nilai

No. Parameter YPT Groups
    IT Telkom
(ittelkom.ac.id)
IM Telkom
(imtelkom.ac.id)
Politeknik Telkom
(politekniktelkom.ac.id)
Politeknik Telkom
(politel.ac.id)
STISI Telkom
(stisitelkom.ac.id)
1 Total Size 1.015.700 292.106 2.277 52.232 13.605
2 Visibility 0 0 0 0 0
3 Total Rich File 2.271 696 376 38 1.086
4 Scholar 12 26 7 0 15
  World Rank 4.871 11.606 10.691 0 0
  Indonesia Rank 46 140 125 0 0

Selisih Nilai Webometrics Institusi Grup YPT Dengan STISI Telkom

Jumlah Dari Seluruh Nilai

No. Parameter Pembanding Institusi Grup YPT  
    IT Telkom
(ittelkom.ac.id)
IM Telkom
(imtelkom.ac.id)
Politeknik Telkom
(politekniktelkom.ac.id)
Politeknik Telkom
(politel.ac.id)
STISI Telkom
(stisitelkom.ac.id)
1 Total Size 1.002.095 278.501 -11.328 38.627 0
2 Visibility 0 0 0 0 0
3 Total Rich File 1.185 -390 -710 -1.048 0
4 Scholar -3 11 -8 -15 0
  World Rank 4.871 11.606 10.691 0 0
  Indonesia Rank 46 140 125 0 0

Grafik General Rekapitulasi Performansi Webometrics Institusi YPT Grup

Jumlah Dari Seluruh Nilai

grafik general rekapitulasi performansi webometrics institusi YPT grup
grafik general rekapitulasi performansi webometrics institusi YPT grup

Grafik Selisih Nilai Webometrics Institusi Grup YPT Dengan STISI Telkom

Jumlah Dari Seluruh Nilai

grafik selisih nilai webometrics institusi grup ypt dengan stisi telkom
grafik selisih nilai webometrics institusi grup ypt dengan stisi telkom

Dari kedua grafik tersebut dapat dianalisis bahwa nilai parameter webometric institusi STISI Telkom jauh tertinggal dari segi ¨size¨ oleh institusi IT Telkom, IM Telkom, dan Politeknik Telkom. Hal ini disebabkan web institusi STISI Telkom dengan domain www.stisitelkom.ac.id baru dibuat tahun 2010 dan benar-benar di maintenance oleh webmaster intern awal tahun 2011. Dan pendaftaran domain www.stisitelkom.ac.id di webometrics pada tanggal 10 Juli 2011.

Namun apabila diperhatikan dari tabel nilai webometrik, nilai untuk lembaga STISI Telkom saat ini telah bersaing terutama dengan Politeknik Telkom, walaupun dari segi size masih lumayan terpaut jauh. Oleh sebab itu keaktifan sivitas akademik STISI Telkom dalam membantu kenaikan parameter nilai-nilai didalam webometric sangat dibutuhkan.

Strategi Menaikkan Webometrics STISI Telkom

Untuk mengejar ketertinggalan institusi lembaga STISI Telkom dalam webometrics, maka perlu dilakukan strategi-strategi pengelolaan website STISI Telkom beserta kontennya agar bisa mengalahkan institusi lembaga pendidikan grup YPT lainnya.

Jika melihat data pegawai STISI Telkom saat ini (Desember 2011, lihat tulisan Tingkat Partisipasi Pegawai STISI Telkom Dalam Menggunakan Blog) sebanyak 91 orang dengan komposisi :

  • Staf sebanyak 47 orang dengan pemilik blog hanya 36 orang (76%)

  • Dosen sebanyak 44 orang dengan pemilik blog hanya 28 orang (63%)

Kemudian dikorelasikan dengan selisih ketertinggalan point dalam parameter penilaian webometrics, maka dapat kita targetkan setiap sivitas akademika STISI Telkom, terutama ¨Pengajar¨ kemudian ¨Staf¨ untuk dapat memberi kontribusi sosialisasi website-website STISI Telkom serta pengisian kontennya. Seperti yang telah dibahas di awal mengenai website yang dapat diinputkan konten oleh Pengajar dan Staf dan dapat dinilai kontennya oleh webometrics.

Target Pengisisan Konten & Sosialisasi Website STISI Telkom Oleh Pegawai STISI Telkom Untuk Melampaui Nilai Webometrics IT Telkom

No. Jumlah Pegawai Parameter Target Pencapaian Kewajiban Kontribusi Pegawai Sisa waktu (hari) sebelum penilaian Target perhari setiap pegawai Cara Pencapian
1 91 Total Size 100000 1099 8 137 Pencantuman website http://www.stisitelkom.ac.id pada blog orang lain diluar STISI Telkom (dikenal dengan istilah blog walking)
2 Visibility 0 0 0
3 Total Rich File 10000 110 14 Banyak mengupload file PDF, DOCX, PPTX pada web utama, prodi, library, dan blog
4 Scholar 5000 55 7 Banyak mengupload tulisan penelitian di web blog kemudian mendaftarkannya di google scholar

Silahkan buka materi pelatihan blog untuk mengetahui tata cara mendaftarkan tulisan di search engine (Daftar URL Di SE) dan pendaftaran tulisan ilmiah di google scholar (Daftar Google Scholar). Dan search di google untuk mempelajari mengenai ¨Blog Walking¨, atau buka link berikut Mengapa Blog Walking ? untuk mengetahui apa itu blog walking.

Download tulisan :

Webometrics STISI Telkom PDF

Webometrics STISI Telkom DOC

Presentasi Webometrics STISI Telkom PDF

Presentasi Webometrics STISI Telkom PPTX

Presentasi Webometrics STISI Telkom PPT

 

Categories
SISFO Kampus

Penambahan Nilai Barang Inventaris

Penambahan Nilai Barang Inventaris

Pengadaan yang menggunakan mata anggaran misal: 53xxxx adalah pengadaan yang menyebabkan penambahan nilai suatu barang inventaris. Artinya, pengadaan suatu item harus mengacu kepada barang inventaris yang telah ada.

Penambahan Nilai Barang Inventaris

 

 

http://www.stisitelkom.ac.id

http://hilfan.blog.stisitelkom.ac.id

Categories
SISFO Kampus

Andragogi dan Pedagogi

Andragogi dan Pedagogi

Andragogi adalah proses untuk melibatkan peserta didik dewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar. Istilah ini awalnya digunakan oleh Alexander Kapp, seorang pendidik dariJerman, di tahun 1833, dan kemudian dikembangkan menjadi teori pendidikan orang dewasa oleh pendidik Amerika Serikat, Malcolm Knowles (24 April 1913 — 27 November 1997).

Andragogi berasal dari bahasa Yunani yang berarti mengarahkan orang dewasa dan berbeda dengan istilah yang lebih umum digunakan, yaitu pedagogi yang asal katanya berarti mengarahkan anak-anak.

Teori Knowles tentang andragogi dapat diungkapkan dalam empat postulat sederhana:[1][2]

  1. Orang dewasa perlu dilibatkan dalam perencanaan dan evaluasi dari pembelajaran yang mereka ikuti (berkaitan dengan konsep diri dan motivasi untuk belajar).
  2. Pengalaman (termasuk pengalaman berbuat salah) menjadi dasar untuk aktivitas belajar (konsep pengalaman).
  3. Orang dewasa paling berminat pada pokok bahasan belajar yang mempunyai relevansi langsung dengan pekerjaannya atau kehidupan pribadinya (Kesiapan untuk belajar).
  4. Belajar bagi orang dewasa lebih berpusat pada permasalahan dibanding pada isinya (Orientasi belajar).

Istilah andragogi telah digunakan untuk menunjukkan perbedaan antara pendidikan yang diarahkan diri sendiri dengan pendidikan melalui pengajaran oleh orang lain.[3]

Referensi

  1. ^ (nd) Andragogy (M. Knowles) Theory into Practice website.
  2. ^ (nd) Andragogy Informal Education Encyclopedia.
  3. ^ Hansman (2008) Adult Learning in Communities of Practice: Situating Theory in Practice

 

Pedagogi adalah ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru. Istilah ini merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran.[1]

Pedagogi juga kadang-kadang merujuk pada penggunaan yang tepat dari strategi mengajar. Sehubungan dengan strategi mengajar itu, filosofi mengajar diterapkan dan dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan dan pengalamannya, situasi pribadi, lingkungan, serta tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh peserta didik dan guru. Salah satu contohnya adalah aliran pemikiran Sokrates.[2]

 

 

Etimologi

 

Seorang guru sedang mempraktikkan ilmu dan seni dalam memotivasi peserta didik.

Kata “pedagogi” berasal dari Bahasa Yunani kuno παιδαγωγέω (paidagōgeō; dari παίς país:anak dan άγω ági: membimbing; secara literal berarti “membimbing anak”). Di Yunani kuno, kata παιδαγωγός biasanya diterapkan pada budak yang mengawasi pendidikan anak tuannya. Termasuk di dalamnya mengantarnya ke sekolah (διδασκαλείον) atau tempat latihan (γυμνάσιον), mengasuhnya, dan membawakan perbekalannya (seperti alat musiknya).[3]

Kata yang berhubungan dengan pedagogi, yaitu pendidikan,[4] sekarang digunakan untuk merujuk pada keseluruhan konteks pembelajaran, belajar, dan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan hal tersebut.

Malcolm Knowles mengungkapkan istilah lain yang mirip dengan pedagogi yaitu andragogi, yang merujuk pada ilmu dan seni mendidik orang dewasa.

 

Catatan

  1. ^ Pedagogy Study from NSF
  2. ^ Analysis of Pedagogy
  3. ^ Etymology Site on-line (pedagogue)
  4. ^ Definisi Webster tentang education

 

 

http://www.stisitelkom.ac.id

http://hilfan.blog.stisitelkom.ac.id