Tentu melihat judul diatas, akan banyak orang yang gak setuju, karena mungkin mikirnya tidak mengeluarkan polusi, sehingga itu adalah kebaikan. Ya memang betul itu kebaikan namun itu dari kacamata saya hanyalah mungkin 10% kebaikan dari 90% keburukan yang dihasilkannya? Mengapa begitu? begini perbandingannya.
Komparasi Kebaikan dan Keburukan Kendaraan Listrik
| Kebaikan Kendaraan Listrik | Keburukan Kendaraan Listrik |
|---|---|
| Tidak mengeluarkan gas CO / CO2 | Penambangan Cobalt |
| Mudah untuk integrasi dengan teknologi canggih lainnya | Kerusakan lingkungan akibat penambangan cobalt |
| Yang punya lahan mengandung cobalt biasanya negara berkembang – miskin, bisa jadi ada eksploitasi manusia, dari aktivitas tambang liar | |
| Luaran dari hasil tambang cobalt yang belum tentu sehat bagi udara/tanah | |
| Untuk nge charge kendaraan listrik, perusahaan listrik masih menggunakan tenaga listrik solar/batubara, jadi hanya terjadi pemindahan sumber polusi gas CO / CO2 dari mobil ke Perusahaan | |
| Baterai memiliki umur? solusi recycle baterai agar tidak merusak lingkungan belum bisa dipastikan diterapkan | |
| Kendaraan jadi berumur pendek, sehingga produksi kendaraan semakin meningkat, eksploitasi lingkungan semakin besar |
Dari sekala kecil kita akan sering melihat kebanyakan orang indonesia akan membuang baterai kecil dibuang begitu saja ke tempat sampah, dan bisa dipastikan di TPA pun tidak ada pemilahan.
Jadi sebetulnya Cobalt ini sudah dipakai dalam berbagai industri dari dulu, dari mulai penambangan minyak, emas, pewarnaan, dan yang paling terasa adalah dalam penggunaan baterai handphone, sehingga mobil memiliki baterai besar juga akan butuh cobalt.
Cobalt salah satu bahan penting yang sering digunakan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik
Kobalt memiliki peran yang sangat krusial karena:
- Daya tahan: Kobalt membantu meningkatkan daya tahan baterai, sehingga baterai bisa digunakan lebih lama tanpa perlu sering-sering diisi ulang.
- Daya tampung energi: Kobalt juga meningkatkan kapasitas baterai untuk menyimpan energi listrik. Ini berarti mobil listrik bisa melaju lebih jauh dengan sekali pengisian daya.
- Stabilitas: Kobalt membuat baterai lebih stabil dan tahan terhadap suhu ekstrem, baik panas maupun dingin.
Disis lain penggunaan kobalt juga memiliki beberapa tantangan:
- Harga: Kobalt adalah logam langka, sehingga harganya cenderung lebih mahal dibandingkan bahan lain. Ini bisa meningkatkan biaya produksi baterai kendaraan listrik.
- Sumber daya: Sebagian besar cadangan kobalt dunia terkonsentrasi di beberapa negara saja, seperti Republik Demokratik Kongo. Ketergantungan pada sumber daya yang terbatas ini bisa menimbulkan masalah geopolitik dan fluktuasi harga.
- Etika: Penambangan kobalt seringkali dikaitkan dengan masalah lingkungan dan sosial, seperti kerusakan lingkungan, pekerja anak, dan eksploitasi tenaga kerja.
Ya memang tantangan-tantangan tersebut, para peneliti terus mengembangkan teknologi baterai yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan mengurangi atau bahkan menghilangkan penggunaan kobalt. Beberapa alternatif yang sedang dikembangkan antara lain:
- Baterai lithium-iron phosphate (LFP): Baterai jenis ini tidak menggunakan kobalt, tetapi memiliki daya tahan yang baik dan biaya produksi yang lebih rendah.
- Baterai nikel-mangan-kobalt (NMC): Baterai jenis ini menggunakan kombinasi nikel, mangan, dan kobalt. Dengan mengurangi kandungan kobalt, biaya produksi bisa ditekan tanpa mengorbankan kinerja.
Alternatif ini sebetulnya hanyalah semu juga, karena ya tetap akan nambang tanah juga…
Saya lebih cenderung menyukai teknologi terbarukan untuk solusi kendaraan yaitu:
- tenaga air atau hidrogen
- tenaga amonia
The Dark Side of Electric Cars!
Apa yang saya sangkakan selama ini, kurang lebih sama dengan konten video ini
So, menurut kalian bagaimana?



