Iran justru lebih fokus pada tuntutan agar tetap menguasai Selat Hormuz dari pada membela Palestina

✔️Selama bertahun-tahun Iran teriak paling keras soal Palestina. Mereka bicara soal Al-Quds, bicara soal perlawanan, bicara soal membela Gaza, bicara soal menghancurkan Israel. Di depan kamera mereka terlihat paling berani. Di depan publik mereka seolah jadi pembela utama rakyat Palestina.

Tapi begitu masuk meja negosiasi, semua topeng itu mulai kelihatan.

Dari sepuluh tuntutan Iran dalam proposal gencatan senjata, tidak ada satu pun yang berbicara soal kemerdekaan Palestina. Tidak ada tuntutan penghentian penjajahan Israel atas tanah Palestina. Tidak ada tuntutan pembebasan Gaza. Tidak ada tuntutan pembukaan blokade. Tidak ada tuntutan soal hak rakyat Palestina yang selama ini katanya mereka bela mati-matian.

Yang ada justru tuntutan soal Selat Hormuz, tuntutan soal pengayaan uranium, tuntutan pencabutan sanksi, tuntutan kompensasi untuk Iran, tuntutan soal pengakuan kepentingan regional mereka, dan tuntutan agar Amerika menarik pasukan dari kawasan.

Artinya apa?

Artinya sejak awal Iran lebih sibuk mengurus kepentingannya sendiri daripada benar-benar memperjuangkan Palestina.

Palestina selama ini hanya dijadikan alat propaganda. Nama Palestina dipakai untuk membangun citra, dipakai untuk mencari simpati umat Islam, dipakai untuk membesarkan pengaruh Iran di Timur Tengah, dan dipakai untuk membuat banyak orang tertipu bahwa Iran adalah pembela utama Al-Aqsa.

Padahal ketika kesempatan datang untuk benar-benar memasukkan Palestina ke dalam tuntutan resmi, Iran justru diam. Tidak ada satu poin pun. Seolah Palestina tidak penting. Seolah Gaza bukan prioritas. Seolah darah rakyat Palestina cukup dipakai untuk pidato, poster, dan slogan.

Inilah yang seharusnya membuka mata banyak orang. Jangan mudah terpesona dengan pidato keras, slogan berapi-api, dan video-video rudal. Karena yang menentukan itu bukan pidato, tapi isi tuntutan resmi ketika duduk di meja perundingan.

Kalau benar Iran tulus membela Palestina, maka seharusnya Palestina ada di urutan pertama tuntutan mereka. Tapi kenyataannya tidak. Yang lebih penting bagi Iran ternyata tetap uang, minyak, nuklir, sanksi, dan kekuasaan regional.

Selamat kepada orang-orang yang selama ini terlalu mudah percaya bahwa Iran menyerang Israel demi membebaskan Palestina. Sekarang kenyataannya sudah terbuka. Palestina hanya dijadikan alat jualan politik. Dan ketika urusan kepentingan Iran sendiri muncul, Palestina langsung disimpan di belakang.

Iran justru lebih fokus pada tuntutan agar tetap menguasai Selat Hormuz, mempertahankan hak pengayaan uranium, mendapatkan pencabutan semua sanksi, meminta kompensasi perang, dan mendorong penarikan pasukan Amerika dari kawasan. Tidak ada poin resmi tentang pembebasan Palestina atau Gaza dalam proposal 10 tuntutan mereka.

https://www.facebook.com/61550646017739/posts/122297435978021533

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *