Close
Renovasi Ngoprek Bengkel

Pilih mana ya untuk pondasi rumah, baja atau beton?

Berhubung mau renovasi rumah, agak-agak bingung memilih kontruksi terbaik untuk rumah yang akan memiliki 3 tingkat.

Tingkat satu: garasi dan ruang tamu, kamar tamu, kamar utama, dapur.

Tingkat dua: ruang keluarga, ruang makan, kamar tidur keluarga/anak, tempat cuci baju.

Tingkat tiga: kebun dan tempat jemuran

 

Dapat artikel yang sedikit mencerahkan dari https://civilinside.blogspot.com/2015/03/murah-mana-baja-atau-beton.html

Kasusnya persis seperti pikiran saya…

Saya copy dulu sebelum hilang. hehehe…

 

Beberapa hari yang lalu, kita mendapat sebuah project rumah tinggal, dimana sie klien ngotot memilih bahan baku Baja Berat untuk main structure nya.
Si Owner ngotot menggunakan Baja karena menurutnya lebih murah dibandingkan menggunakan beton.
Karena kita sebelumnya belum pernah membangun rumah menggunakan bahan baja berat, hehehhhe, bisanya kita bangun gudang, setelah melalui beberapa diskusi dengan team CIG, muncullah beberapa opini yang kita himpun sebagai berikut.

  1. Aspek kuat tahanan

    >Beton memilki daya tahan terhadap gaya tekan, namun lemah terhadap gaya geser dan tarik, itu sebabnya harus dimbangi dengan tulangan yang biasa disebut “beton bertulang”
    >Baja relative sempurna, beliau dapat menahan tiga gaya tersebut ( tekan, geser dan tarik ) nah lo..apa gak capek tu baja nahan tiga gaya sekaligus,kita pake satu gaya aja udah capek…hahahaa ngomomg apa ya ??? #gaknyambung
    Bahkan Fu baja bisa mencapai 370 MPA woooww luar biasa bukan, sedangkan beton yang pernah kita pakai sie maksimal K300 atau sekitar 300/0.83 setara 361.445 MPA, bisa sie kita bikin K600, setau kita di Bali belum ada beton dengan kwalitas K600, itu setau kita lo ya, kalo ada mohon reverensinya ya,,,hehehheh..

  2. Aspek fleksibelitas

    >Beton dapat dibentuk sesuai dengan keinginan kita, namun hal itu memerlukan kerja keras dari bapak tukang untuk membuat bekesting yang super seni, apalagi si arsitek minta beton berbentuk pohon cemara, repot kan ???
    >Berbeda dengan si Baja, mereka relative mudah dibentuk, kayaknya si baja ini orangnya penurut ya,,hahahah, tapi ini juga kadang menjadi kelemahan, terkadang dengan suhu panas tertentu si baja bisa memuai dan berubah bentuk,,,wahhh repot juga kan….makanya kalo jadi orang harus punya pendirian #gaknyambunglagi…

  3. Aspek Biaya

    >Beton lebih mahal…katanya…kenapa mahal ??

  4. Pengerjaan lama, otomatis biaya tenaga kerja meningkat
  5. Biaya material pendukung pembuat beton harganya relative mahal
    >>Baja lebih murah, katanya…kenapa murah ??
  6. Pengerjaan lebih singkat
  7. Bahan material relative lebih murah…katanya…

  8. Aspek berat
    ada yang tau mana lebih berat kapas sekilo sama batu sekilo ?? hayoooo….ya samalah…wkwkwkwkkw
    Oke kita bicara data sekarang, berat jenis beton adalah 2400 kg/m3, sedangkan berat jenis baja 7850 kg/m3, lalu muncul pertanyaan dibenak hatiku yang paling dalam dan jauh disini,,,,dengan berat jenis sebesar itu, kenapa banyak jembatan gatung memakai baja ??, bukanya malah menambah beban tu kabel jembatan….hayo jawab, tak tunggu jawabanya di email kita civilinside.group@gmail.com, jawaban dengan data yang akurat akan kita berikan apresiasi berupa kaos civil inside, baik kan kita,,hahahahah….

Okay, karena permasalahan pokok yang mau kita bahas disini adalah tentang kengototan si Owner dengan pandangan beliau yaitu bahwa menggunakan baja lebih murah dari pada beton, kita akan ulas aspek ketiga saja ya,,,maklum kemarin habis begadang sama si boss diskusiin plan rumah sakit kapal di badung, ampe jam 3 pagi lo….jangan ditiru yaaaa,,,ntar dimarah bang roma,,,hahahahah
Yupz ini dia beberapa analisa yang mau kita bagikan, tapi sebelumnya kita mau sampein di awal bahwa si Owner pengen pengerjaan rumahnya slow aja, karena beliau masi belum srek sama designnya katanya sie,,,belu srek atau budgetnya gak cukup tuchhh,,,hahahahha…..but what ever lah, we dont think it too much,,,,,artinya beliau tidak terlalu memerlukan keuntungan si baja dalam hal pengerjaan kan #kanbingungkitaya….

So ini dia, sebuah rumah tinggal 2 lantai dengan bentang maksimal 4.5 m, kita biasa berikan kolom dengan dimensi 130 mm x 400 mm, nah untuk baja kita bisa pergunakan baja WF 250 ( 250.125.9.6 )

mari kita telaah biaya yang dikeluarkan untuk membuat 1 m’ kolom tersebut
Si Beton untuk 1 m’ memerlukan fulus sebesar
1. Beton
V = 0.13 x 0.40 x 1 m =0.052 m3
Nilai uang = 0.052 x Rp. 720.000 = Rp. 37.440
Itu mah harga berdasarkan analisa kami, termasuk bahan dan upah tenaga kerja ( kalo ready mix sekarang sudah mencapai 750.000 , belum termasuk ongkos kerja )

  1. Besi
    asumsi untuk kolom 130/400, biasanya dalam perhitungan SAP, kita rasio pembesian rata rata 2% dari luas penampang, so 2 % dari 130×400 dengan pembesian diform 13 didapatlah jumalah besi 8D13 dimana dapat angka itu, bisa tanya langsung ke kakak saya beliau struktur enggineer,,,,ciehh promosi nie yeeee……
    Jadi, berat besi untuk kolom 130/400 dengan pembesian 8D13 adalah 1 x 8 x 1.041 ( berat besi per m’ untuk diform 13 ) = 8.32 kg. Dimana dapat angka 1.041 bisa d search d google kok, kalo nyari sendiri ingatannya kan lebih bagus ya…hahhaah
    Itu baru baru tulangan pokok, tulangan geser,atau sering disebut begel sama pak tukangnya…
    asumsi jarak begel adalah 12.5 cm, kita ambil jarak pada daerah tumpuan ya….
    jadi jumlah begel dalam 1 m = 1/0.125 + 1 sama dengan 9 biji begel dengan ukuran 8 x 35 cm, jadi berat begel yang diperlukan pada satu meter beton ukuran 130/400 adalah(( 0.08 x 2 + 0.35 x2 + 0.0.5 x 2) x 9) x 0.395 = 3.41 kg
    So, nilai uang = (8.32 + 3.41 ) x Rp. 12.000 = Rp.140.793

3 Bekesting
Nilai uang untuk bekesting adalah luasan penamapang bekesting dikalikan harga
yaitu ( 0.45 x 2 + 0.23 x 2) x 1 m = 1.36 m2
Nilai uang = 1.36 m2 x Rp. 150.000 = Rp. 204.000

hmmmmm, mari kta lihat berapa sie biaya yang diperlukan untuk membuat kolom ukuran 130/400 mm, per meter panjangnya ??

cekidot yaaaa…
Harga = Hrga beton + Harga Besi + harga Bekesting
= Rp. 37.440 + Rp. 140.793 +Rp. 204.000
= Rp. 382.193,-
murah juga kan, makanya kalo mau bangun rumah hubungi kita,,,,#promos nie yeeeeee…..hahahhaha

Capek ya liat angka mulu, gak ada gambarnya ya, kalo mau ada gambar sekolah lagi d PG ya,,,,,,hahahahaha…tenang tuch tulian udah tak warnain, udah kayak rainbow cake ckckck #intermezo biar gak stresss, ntar struk trus setra…hehhehe….

Okay, lanjut ya……. sekarang bagaimana dengan si Om BAJA….
hmmmm sie om BAJA nyahut, “aku mah apa atuch”,,,,,

Untuk 1 m’ Baja WF 250, analisanya seperti berikut….
1. baja itu sendiri
berat baja WF 250 ( 250.125.9.6 )/ meter panjang menurut tabel yang saya punya dari katalog PT. GUNUNG GARUDA STEEL, kalo salah tuntut PT nya ya….heheheh
Bja WF 250 / m’ memiliki berat sekitar 29.6 kg
jadi jika dirupiahkan senilai = 29.6 kg x Rp. 18.000 ( harga pasaran tu boss ) = Rp. 532.000…
nah lo, bajanya aja udah segitu, belum lagi beton untuk selimut baja biar kagak kedinginan hahahah emang bajanya jablay….

kita gak lanjutin deh perhitungan beton, juga bekestingnya, dari data diatas udah keliatan kan kalo Si BAJA lebih mahal,,,,,kalo kata AHOK, “murah baja nenek moyang loooooooo…..”

So the end of story……
Menurut kami, penggunaan bahan baja untuk rumah tinggal kurang ekonomis dan efisien, menurut kami baja berat lebih disarankan ke pada pembuatan gudang, dengan bentang2 yang panjang, karena ruangan relative luas sehingga pengerjaan jauh lebih cepat juga…..

 

Silakan berikan komentar, pertanyaan, maupun sanggahan. InsyaAllah dibalas secepatnya.

© 2019 Just Shared on Tel-U | WordPress Theme: Annina Free by CrestaProject.
%d blogger menyukai ini: