Budi sudah lama tidak pulang ke desa bertemu dengan ibunya yang sudah tua, dan sabtu itu ia memutuskan untuk pulang ke desa.

Sampai di rumah ia peluk ibunya, dan air mata anak beranak itu tertumpah, pertanda rindu yang tak tertahankan.

Setelah pertemuan yang mengharukan itu, sang ibu ingin tahu alasan putranya tidak pulang sekian tahun.

 

Ibu: Kamu kerja apa to kok sampai nggak sempat pulang?

Budi: saya kerja di dunia maya bu (jujur dan berusaha menggunakan bahasa Indonesia).

Ibu: oalah le….. maya itu kan bukan bojomu, bukan muhrim, haram le….. !##!! (Nelongso dan marah…..)

Budi: lho bu maya itu bukan perempuan….. (baru mau menjelaskan sudah dipotong sang ibu).

Ibu: (tambah marah dan bingung) Astaghfirullah …. nyebut le….. kamu malah kumpul sama laki2….. Astaghfirullah….. dosa yg tak terampuni le….. perempuan masih banyak kok seneng sama laki2? (Nangis keras)

Budi: (bingung) ibu jangan salah paham, maya itu bukan perempuan, bukan laki…..

Ibu: tobaaaaaat….. gusti Allah ampuni anakku yang sdh tersesat ini. Knp kok kamu seneng sama banci to le????

Budi: (tambah bingung….. arep ngomong piye maneh…..) Bu….. maya itu bukan laki, bukan perempuan, bukan banci. Maya itu bukan manusia…..

Ibu: (mau pingsan) astaghfirullah….. jadi kamu ndak pulang itu mergo kamu kerja sama jin le?….. tambah tersesat kuwi le….. musyrik kuwi…..
Budi : 

Anak Ibu
Budi Serbasalah

Silakan berikan komentar, pertanyaan, maupun sanggahan. InsyaAllah dibalas secepatnya.