Universitas Telkom

Logo Telkom University Potrait

Universitas Telkom, atau disingkat Tel-U, adalah sebuah perguruan tinggi swasta di Indonesia. Kampus utama Tel-U terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Telekomunikasi – Terusan Buahbatu, di kawasan Bandung Technoplex (BT-Plex). Kampus lainnya berlokasi di daerah Gegerkalong Hilir, sebelah utara Kota Bandung, di kompleks perkantoran PT. Telkom (Telkom Innovation and Development Center dan Telkom Corporate University/Telkom Training Center).

Telkom University merupakan penggabungan dari empat institusi yang berada di bawah badan penyelenggara Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), yaitu Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom).

Sejarah Telkom University

Telkom University berdiri pada tanggal 14 Agustus 2013 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nomor 309/E/0/2013. Universitas Telkom adalah Perguruan Tinggi Swasta yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Telkom, merupakan penggabungan dari empat Perguruan Tinggi Swasta, yaitu Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom).

Institut Teknologi Telkom sebelumnya adalah Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom). Institut Manajemen Telkom sebelumnya adalah Sekolah Tinggi Manajemen dan Bisnis Telkom (STMB Telkom). STT Telkom dan STMB Telkom didirikan pada tahun 1990 atas prakarsa PT. Telkom yang saat itu dipimpin oleh Direktur Utama Ir. Cacuk Sudarijanto. Kedua sekolah tinggi tersebut merupakan perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki kekhususan pendidikan dalam bidang industri pertelekomunikasian serta teknologi informasi.

Ir. Cacuk Sudarijanto (29 Januari 1948 – 10 Juni 2004), Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia 1988-1992
Ir. Cacuk Sudarijanto (29 Januari 1948 – 10 Juni 2004), Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia 1988-1992

Kampus Telkom University bertempat di kawasan Bandung Technoplex. Kampus tersebut merupakan pengembangan kampus STT Telkom yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto pada tahun 24 Maret 1994. Pada masa lalu, kawasan tersebut merupakan lokasi penempatan stasiun pemancar radio tertua kedua di Indonesia milik Pemerintah Kolonial Belanda, yang kemudian ikut mengumandangkan berita Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 ke berbagai penjuru dunia. Nilai sejarah dan karya-karya Tridharma yang telah dihasilkan oleh kampus-kampus sebelumnya akan menginspirasi Telkom University untuk berkembang terus menjadi kampus kebangsaan dan sekaligus kampus dunia (World Class University) yang akan selalu menciptakan masa depan (Creating the Future) melalui pengembangan cross-culture academic atmosphere dan global academia. Nick name (julukan) Tel-U dan moto Creating the Future merupakan gagasan yang diberikan oleh Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Direktur Utama/CEO PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk pada saat Telkom University didirikan sebagai penggabungan IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom, dan STISI Telkom.

Sebelum bergabung menjadi Telkom University, keempat kampus masing-masing Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, Politeknik Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni dan Desain Indonesia Telkom telah menghasilkan karya-karya Tridharma Perguruan Tinggi yang berkontribusi besar dalam bingkai sejarah Pendidikan Tinggi di Indonesia. Dengan penggabungan menjadi satu perguruan tinggi Telkom University, maka seluruh kekuatan yang dimiliki oleh keempat kampus akan menjadi suatu sinergi kekuatan yang dapat menghasilkan karya-karya Tridharma lebih besar bagi peningkatan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi melalui penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat pada berbagai rumpun keilmuan dengan penguatan kekhasan pada bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Melalui penggabungan tersebut, Telkom University juga semakin meningkatkan peran strategisnya dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta menghasilkan intelektual, ilmuwan, dan/atau profesional yang berbudaya dan kreatif, toleran, berkarakter tangguh, dan berani menegakkan kebenaran untuk kepentingan nasional, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, serta memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan memperhatikan dan menerapkan nilai-nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan.

Untuk mencapai visi dan menjalankan misinya, Telkom University harus menunaikan amanah dengan memegang teguh nilai-nilai inti yang diyakininya dalam penyelenggaraan Tridharma secara bertanggungjawab, mandiri, berintegritas tinggi serta memegang prinsip-prinsip Tatakelola Universitas Yang Baik (Good University Governance), dengan memperhatikan aspek pertumbuhan, keselarasan, pemerataan dan keterjangkauan, sehingga pada masyarakat luas bertumbuh rasa memiliki yang tinggi terhadap Universitas Telkom.

Hari Sabtu 31 Agustus 2013 menjadi momen bersejarah bagi sivitas akademika Telkom University. Di hari tersebut, berlangsung perhelatan akbar grand launching peresmian Telkom University oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA, di Telkom University Convention Hall, dengan menghadirkan rektor pertama Telkom University, yaitu Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D., Guru Besar Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

 

Rektor Telkom University (Tel-U):

 

Sejarah IT Telkom

Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) – dahulu bernama STT Telkom – merupakan institusi pertama di Indonesia yang mengkhususkan program studinya pada bidang Information and Communications Technologies (ICT). IT Telkom diproyeksikan untuk menyiapkan tenaga-tenaga ahli di bidang ICT, yang terampil dan berwawasan bisnis, sebagai jawaban atas tuntutan perkembangan industri ICT yang begitu pesat.

Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) pada awal berdirinya bernama Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom). Pendirian STT Telkom diawali dari kesadaran Bapak Ir. Cacuk Sudarijanto yang pada tahun 1990, ketika itu menjabat sebagai Direktur Utama PT. Telkom, akan perkembangan pesat teknologi komunikasi dan informasi harus diimbangi dengan kesediaan sumber daya manusia yang mumpuni. Berangkat dari pandangan tersebut maka dia, yang oleh Pengamat Ekonomi disebut sebagai Bapak Transformasi Telkom, mendirikan STT Telkom. STT Telkom diresmikan berdirinya pada hari Jumat, 28 September 1990 di Gegerkalong Hilir Bandung oleh Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi waktu itu, Bapak Soesilo Soedarman. Sejak berdirinya, IT Telkom bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Telkom (YPT).

Tujuan didirikannya kampus ini adalah untuk memenuhi sangat pesatnya kebutuhan akan ahli-ahli di industri telekomunikasi. PT Telkom sangat berkepentingan terhadap institusi ini, sehingga PT Telkom memberikan beasiswa penuh dan ikatan dinas kepada mahasiswa angkatan 1991 dan 1992. Adanya perubahan iklim industri telekomunikasi dan dengan dimulainya PT Telkom memasuki era go publik, maka program beasiswa dan ikatan dinas massal dihentikan dan selanjutnya STT Telkom menjadi perguruan tinggi yang mandiri.

Pada awal berdiri, kampus STT Telkom tersebar di tiga lokasi, yaitu Kampus-1 di Jalan Soekarno Hatta, Kampus-2 di Jalan Gegerkalong Hilir, dan Kampus-3 berada di Jalan Penghulu Haji Hasan Mustafa. Pada tahun 1993 STT Telkom memiliki kampus sendiri di Jalan Telekomunikasi Terusan Buahbatu (lokasi sekarang), dan setahun kemudian semua kegiatan belajar mengajar terpusat di kampus baru. Pada tahun itu pula Kampus STT Telkom diresmikan Presiden RI Bapak Soeharto pada tanggal 24 Maret 1994. Menempati lahan seluas 48 ha, kampus STT Telkom memiliki fasilitas penunjang pendidikan yang baik dengan penataan lingkungan yang asri, sehingga proses belajar mengajar berlangsung lebih kondusif.

STT Telkom
STT Telkom

STT Telkom meningkatkan bentuk organisasinya menjadi IT Telkom pada tanggal 20 November 2007. Dalam proses penggabungan menjadi Telkom University pada tahun 2013, IT Telkom ditransformasikan menjadi Fakultas Teknik (FT) atau Telkom Engineering School (TES). Selanjutnya pada tahun 2014 Fakultas Teknik dikembangkan menjadi tiga fakultas, yaitu: 1). Fakultas Teknik Elektro (FTE) atau School of Electrical Engineering (SEE), 2). Fakultas Rekayasa Industri (FRI) atau School of Industrial Engineering (SIE), dan 3). Fakultas Informatika (FIF) atau School of Computing (SC).

 

Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom):
  • Dr. Ir. Bambang Hidayat, DEA (1990 – 1994)
  • Dr. Ir. Taufik Hasan, DEA (1994 – 1997)
  • Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasution (alm) (1997 – 2001)
  • Ir. Harsono, M.Sc. (2002 – 2005)
  • Ir. Husni Amani, M.Sc., M.B.A. (2005 – 2007)
Rektor Institut Teknologi Telkom (IT Telkom):
  • Ir. Husni Amani, M.Sc., M.B.A. (2007 – 2010)
  • Ir. Ahmad Tri Hanuranto, M.T. (2010 – 2013)

 

Sejarah IM Telkom

Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) telah memulai perjalanan sejak tahun 1990 dengan nama MBA-Bandung, kemudian pada tahun 1994 berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB), dan pada tahun 2004 kembali berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom).Transformasi menjadi Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) terjadi pada tahun 2008. Kampus pertama MBA-Bandung adalah Gedung H dan I Kompleks Pusdiklat Telkom yang berlokasi di Jalan Gegerkalong Hilir 47 Bandung.

MBA-Bandung adalah penyelenggara program Master in Business Administration pertama di Jawa Barat, mendahului program sejenis yang kemudian diselenggarakan oleh perguruan tinggi negeri di Bandung. Pada awal pendiriannya, MBA-Bandung mengadopsi secara utuh schooling system dari Asian Institute of Management (AIM) Philipines, yang pada saat itu dikenal sebagai Harvard Business School-nya Asia. Ketika didirikan, para profesor dari AIM mengajar dan membimbing penyelenggaraan program MBA sampai dengan tahun 1995. Dengan kondisi ini, pada tahun 1992 MBA Bandung berhasil masuk kedalam tujuh sekolah bisnis terbaik versi majalah SWA, bersama-sama dengan IPPM, IPMI, Prasetya Mulya, UI, dan ITB.

Merespon regulasi pemerintah mengenai penertiban penyelenggaraan program MBA di Indonesia, maka pada tahun 1994, MBA-Bandung mengubah bentuk organisasinya menjadi Sekolah Tinggi dengan nama Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB). Dengan status sekolah tinggi, STMB mengubah program MBAnya menjadi program Magister Manajemen (MM). Selain itu, STMB juga semakin meragamkan varian program MMnya, menjadi program MM Regular, MM Executive, dan MM Cooperative Education. Pada kesempatan akreditasi pertama yang diselenggarakan oleh pemerintah, program MM STMB memperoleh akreditasi A (Unggul).

Seiring perkembangan regulasi Pemerintah agar sekolah tinggi tidak hanya menyelenggarakan program pasca sarjana, ditambah dengan adanya keinginan dari Direksi PT.Telkom (pada saat itu dijabat oleh AA Nasution) agar STMB makin berkiprah dalam dunia pendidikan tinggi, pada tahun 1997 STMB menyelenggarakan program strata-1 (S-1/sarjana). Program studi yang dibuka di STMB pada saat itu adalah S-1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI). Minat masyarakat terhadap program studi ini meningkat terus disertai dengan daya serap industri terhadap alumni STMB yang cukup tinggi. Pada kesempatan akreditasi oleh pemerintah pada tahun 2002, program S-1 MBTI STMB memperoleh akreditasi A.

Untuk memberikan identitas yang lebih kuat pada bidang keilmuan manajemen bisnis telekomunikasi, pada tahun 2004 STMB berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom). Perubahan nama ini diikuti dengan peningkatan kapasitas penerimaan mahasiswa baru program S-1 MBTI, dalam rangka memenuhi permintaan pasar. Selain itu, program pasca sarjana juga menambah varian program dengan program MM Bisnis Telekomunikasi (MM Biztel).

Eksistensi STMB Telkom yang semakin kuat telah mendorong upaya transformasi STMB Telkom menjadi Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) pada tahun 2008. Transformasi ini ditandai dengan bertambahnya program studi yang diselenggarakan oleh IM Telkom. Program studi baru yang diselenggarakan sejak tahun 2008 adalah program studi : S-1 Ilmu Komunikasi, S-1 Desain Komunikasi Visual, S-1 Akuntansi, S-1 Administrasi Niaga, D-3 Pemasaran. Transformasi ini selanjutnya diikuti dengan pengembangan fasilitas kampus, di mana pada awalnya hanya berlokasi di Kompleks Telkom Training Center Jalan Gegerkalong Hilir, selanjutnya diperluas dengan kampus Jalan Setiabudi. Kegiatan kampus di Jalan Setiabudi tidak dilanjutkan lagi setelah kepindahan ke Kampus BT-Plex.

Dalam proses penggabungan menjadi Telkom University pada tahun 2013, IM Telkom ditransformasikan menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) atau Telkom Economics and Business School (TEBS). Selanjutnya pada tahun 2014, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dikembangkan menjadi dua fakultas, yaitu: 1). Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) atau School of Economics and Business (SEB), dan 2). Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB) atau School of Communications and Business (SCB).

IM Telkom
IM Telkom

 

Direktur Eksekutif MBA Bandung:

  • Ir. Tjahjono Soerjodibroto, M.Sc. (1990 – 1994)
  • Ir. Retno S. Renggono, M.B.A. (1994 – 1997)
  • Drs. Nana Hernawan Marta, M.B.A. (1997)

Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB):

  • Drs. Nana Hernawan Marta, M.B.A. (1997 – 1999)
  • Ir. Bambang Baroto, M.B.A. (1999 – 2002)
  • Ir. Thomas Widjanarto, M.Sc. (2002 – 2005)
  • Dr. Ir. Anton Adibroto (2005 – 2006)

Ketua Sekolah Tinggi Manajemen dan Bisnis Telkom (STMB Telkom):

  • Dr. Ir. Anton Adibroto (2006 – 2007)
  • Asep Suryana Natawiria, M.M., M.Sc. (2007 – 2008)

Rektor Institut Manajemen Telkom (IM Telkom):

  • Dr. Asep Suryana Natawiria, M.M., M.Sc. (2008 – 2010)
  • Dr. Ir. Husni Amani, M.Sc., M.B.A. (2010 – 2013)

 

Sejarah Politeknik Telkom

Perjalanan sejarah Politeknik Telkom bermula dari 2 (dua) program pelatihan yang bergerak di bidang ICT, yaitu: Program Profesional STT Telkom, dan NIIT & Telkom Center. Kedua lembaga pelatihan ini kemudian bergabung dan membentuk lembaga pendidikan tinggi baru yang bergerak khusus di bidang vokasi. Pada tanggal 27 September 2007, Politeknik Telkom diresmikan oleh Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk., Bapak Rinaldy Firmansyah. Fakultas Ilmu Terapan (FIT)/School of Applied Science (SAS).

Politeknik Telkom hadir dengan membawa misi untuk berkontribusi kepada bangsa Indonesia dan masyarakat dunia dengan menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan internasional dan memiliki kemampuan berkompetisi secara global. KHAS Development System (Knowledge, Hardskill, Attitude dan Softkill) merupakan aspek-aspek yang akan terus menerus dikembangkan sebagai bekal memasuki dunia industri. Sistem pembelajaran yang diterapkan menggunakan pendekatan Comence System, yaitu: coaching – mentoring – coaching. Metode ini merupakan sarana yang tepat untuk pendidikan vokasi yang mengutamakan peningkatan kompetensi di bidang ICT.

Sebagai perguruan tinggi vokasi baru, kehadiran Politeknik Telkom menghadirkan suasana kompetisi akademik yang semakin tinggi. Pada tahun 2011 mahasiswa Politeknik Telkom berhasil memenangkan kompetisi mahasiswa perprestasi tingkat Nasional sebagai juara III, dan pada tahun berikutnya yakni tahun 2012 berhasil menjadi juara I mahasiswa perprestasi tingkat Nasional. Tidak hanya itu, di bidang Bahasa Inggris, tim Politeknik Telkom pada tahun 2013 berhasil meraih Juara II National Polytechnic English Olympic untuk kompetisi di tingkat politeknik se-Indonesia, dan pada tahun 2012 berhasil meraih Juara III National University Debating Competition untuk kompetisi di tingkat perguruan tinggi secara umum se- Indonesia.

Politeknik Telkom juga menjalin kerja sama yang cukup erat dengan dunia industri. Pada akhir tahun 2012 Politeknik Telkom memperbaharui konsep kegiatan Kerja Industri, yakni mahasiswa akan terlibat secara profesional pada dunia industri dan mendapat perlakuan yang sama seperti halnya pegawai reguler. Artinya, mahasiswa yang mengikuti program Kerja Industri akan mendapatkan remunerasi dan hak-hak lainnya sama seperti pegawai. Hingga tahun 2013 sudah lebih dari 500 mahasiswa diserap oleh industri dalam program Kerja Industri dengan melibatkan lebih dari 20 perusahaan di bidang industri telekomunikasi, perbankan, sistem informasi, media, consumer goods, dan salah satu perwakilan lembaga dunia International Labour Organization.

Fasilitas perkuliahan yang digunakan merupakan hasil karya pengembangan teknologi yang dilakukan oleh tim dari internal Politeknik Telkom, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa yang ikut terlibat. Sistem akademik yang dibangun mampu mencuri perhatian salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Bandung dan juga beberapa perguruan tinggi lain dari luar Pulau Jawa karena dikenal telah memiliki sistem akademik yang terintegrasi dan handal.

Dalam proses penggabungan menjadi Telkom University pada tahun 2013, Politeknik Telkom ditransformasikan menjadi Fakultas Ilmu Terapan (FIT) atau Telkom Applied Science School (TASS). Selanjutnya pada tahun 2014 penamaan Telkom Applied Science School (TASS) diubah menjadi School of Applied Science (SAS).

Politeknik Telkom
Politeknik Telkom

 

Direktur Politeknik Telkom:

  • Ir. Ahmad Tri Hanuranto, M.T. (2007 – 2010)
  • Ir. Budi Sulistyo, M.T. (2010 – 2013)

 

Sejarah STISI Telkom

Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom atau STISI Telkom merupakan salah satu perguruan tinggi pelopor khusus di bidang Seni Rupa dan Desain, dengan program studi terlengkap. STISI Telkom memfokuskan lulusannya untuk dapat menjadi tenaga ahli di bidang seni rupa dan desain yang terampil, memiliki wawasan luas, serta memaksimalkan potensi berwirausaha, sebagai jawaban atas tuntutan perkembangan kebutuhan masyarakat serta indrustri kreatif Indonesia dan dunia yang sangat pesat.

Selama 23 tahun berdiri, lebih dari 1,200 alumni dari program Studi Desain Komunikasi Visual, desain Interior, Desain Produk, Kriya Tekstil dan Mode, yang bergelar S.Ds. (Sarjana Desain), serta Seni Rupa Murni (Lukis dan Patung) yang bergelar S.Sn. (Sarjana Seni), telah turut berkontribusi nyata terhadap perkembangan Indrustri Kreatif Indonesia, melalui ragam portfolio karya seni dan desain yang digunakan di berbagai sektor industri dan pembangunan.

Program pendidikan di STISI Telkom dirancang khusus untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya mampu berkerja di Industri Kreatif, namun juga memiliki potensi berwirausaha/berkerja mandiri dan membuka lapangan perkerjaan di bidang Industri Kreatif, sesuai dengan tagline STISI Telkom “Empowering You to Become Creativepreneur”. Mahasiswa STISI Telkom dididik untuk memiliki powerful skill di bidang seni rupa dan desain (baik manual maupun computerized), dengan penekanan pada penggalian kekeyaan alam dan budaya Indonesia.

Dilengkapi dengan perluasan wawasan dan pengayaan konsep (knowledge) di bidang ilmu pendukung serta ilmu sosial lainnya, termasuk manajemen, wira usaha, hak kekayaan intelektual (HAKI), serta attitude untuk menjadi professional designer dan calon insan kreatif masa depan. Seluruh kemampuan ini dipertajam secara bertahap dan diaktualisasikan melalui program CBC (Creative Business Coaching), di mana para calon lulusan merealisasikan rencana bisnis kreatif dan portfolio karya seni/desain-nya di bawah binaan para dosen dan praktisi industri kreatif. Program CBC memperoleh dukungan dan bantuan pembiayaan dari mitra-mitra industri STISI Telkom, yaitu kementrian terkait dan lembaga pemerintah baik pusat maupun daerah, berbagai lembaga keuangan dan perbankan.

STISI Telkom merupakan tranformasi dari STISI Bandung yang berdiri 2 September 1990, didirikan oleh Drs. Usnadibrata, M.Sn. di bawah Yayasan Pendidikan Mandiri Indonesia. Pada awal pendiriannya pada tahun 1990, STISI Bandung menyelenggarakan tiga program studi, yaitu S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Kriya Tekstil dan Mode, serta S1 Desain Interior. Penambahan program studi S1 Desain Produk terlaksana pada tahun 1991 dan S1 Seni Rupa tahun 1995. Pada tahun 2010 STISI Bandung bergabung dengan Yayasan Pendidikan Telkom menjadi STISI Telkom.

Dalam proses penggabungan menjadi Telkom University pada tahun 2013, STISI Telkom ditransformasikan menjadi Fakultas Industri Kreatif (FIK) atau Telkom Creative Industries School (TCIS). Selanjutnya pada tahun 2014 penamaan Telkom Creative Industries School (TCIS) diubah menjadi School of Creative Industries (SCI).

STISI Telkom
STISI Telkom

 

Ketua Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia (STISI Bandung):

  • Drs. Usnadibrata, M.Sn. (1990 – 1999)
  • Prof. Cecep R. Rochendi, S.Sn., M.Sn. (1999 – 2003)
  • Ir. Tengku Muda Aryadi, M.M. (2004 – 2006)
  • Imelda Tirra Usnadibrata-Furqon, S.H., M.M., M.Ed.M., M.Sc. (2007 – 2010)

Ketua Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom):

  • Imelda Tirra Usnadibrata-Furqon, S.H., M.M., M.Ed.M., M.Sc. (2010 – 2013)

 

Lambang dan atribut

Lambang

Lambang Telkom University terdiri dari logogram “buku terbuka di atas perisai” yang secara kesatuan membentuk huruf “T” di atas huruf “U” dan tulisan “Telkom University”. Makna bentuk dasar “buku terbuka di atas perisai” pada lambang Telkom University:

  1. Bentuk dasar berupa “perisai” melambangkan institusi akademik yang kukuh dan memiliki daya juang tinggi.
  2. Bentuk utama berupa “buku terbuka” di atas perisai melambangkan keterbukaan pikiran dan imajinasi, siap mengembangkan inovasi dan keilmuan baru.
  3. Inisial huruf “T” dari kata “Telkom” memberikan makna identitas dan kebanggaan untuk bersama mengembangkan diri.
  4. Inisial huruf “U” dari kata “University” pada bentuk dasar perisai memaknakan landasan konsep komunitas pendidikan dan riset bernilai tinggi untuk kemajuan bangsa dan dunia.

Pemaknaan warna pada lambang Telkom University:

  1. Merah, melambangkan semangat eksplorasi dan keberanian menciptakan keilmuan baru dengan dilandasi oleh tekad yang kuat untuk membangun bangsa dan kebangsaan, sehingga mampu berperan aktif di lingkungan global.
  2. Putih, melambangkan tata-kelola yang bersih dan bertujuan murni untuk mengembangkan kualitas pendidikan dan kemanusiaan.
  3. Hitam, melambangkan ketegasan prinsip dan keyakinan sebagai dasar untuk mengembangkan Tridharma Perguruan Tinggi serta bagi tercapainya tujuan Universitas.
  4. Abu-abu/perak, melambangkan teknologi modern sebagai modal dasar bagi Keluarga Besar Telkom Indonesia dalam membangun Telkom University agar menjadi perguruan tinggi dengan kekhasan pada ICT (Information and Communication Technology) sebagai basis pengembangan keilmuan maupun pemanfaatannya untuk penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  5. Kombinasi merah-putih, melambangkan spirit kebanggaan dalam berkarya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan kontribusi yang setinggi-tingginya.
  6. Kombinasi abu-abu/perak dan hitam melambangkan kekuatan karakter bijaksana dan cakrawala pandang universal, sehingga memiliki daya adaptasi yang kuat terhadap perubahan di segala bidang.
  7. Perpaduan intensitas warna merah dengan merah tua/marunperak dengan abu-abu tua, melambangkan dinamika kampus yang aktif sebagai tempat terjadinya proses integrasi, kolaborasi dan sintesis antar-disiplin keilmuan.

Logo Telkom University Potrait

Logo Telkom University Landscape

Panji-Panji

Setiap fakultas di Telkom University memiliki warna panji yang berbeda-beda, yaitu:

  • Biru untuk Fakultas Teknik Elektro (School of Electrical Engineering)
  • Hijau-tua untuk Fakultas Rekayasa Industri (School of Industrial Engineering)
  • Emas untuk Fakultas Informatika (School of Computing)
  • Biru-muda untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis (School of Economics and Business)
  • Ungu untuk Fakultas Komunikasi dan Bisnis (School of Communications and Business)
  • Jingga untuk Fakultas Industri Kreatif (School of Creative Industries)
  • Hijau-muda untuk Fakultas Ilmu Terapan (School of Applied Science)

Jaket dan Jas Almamater

Jaket alma-mater Telkom University memiliki warna dasar merah marun dengan lambang Telkom University yang terpasang di dada sebelah kiri.

 

Akademik

Telkom University menyelenggarakan 27 Program Studi yang dikelola oleh 7 Fakultas dan didukung oleh berbagai sarana dan prasarana, antara lain sejumlah laboratorium, studio, dan bengkel, perpustakaan, pusat bahasa, serta sarana pembelajaran elektronik (e-Learning). Keseluruhan dosen yang bertugas mengampu perkuliahan, mengasuh dan mendidik mahasiswa, serta melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat senantiasa dikembangkan kualifikasi dan kompetensinya dalam berbagai kelompok keahlian.

 

Fakultas, Program Studi, dan Pendukung Akademik

 

Laboratorium, Studio, dan Bengkel

Untuk mendukung berbagai kegiatan pendidikan (praktikum dan penyusunan karya akhir mahasiswa) dan riset para dosen, Telkom University mengembangkan laboratorium, studio, dan bengkel yang tersebar di seluruh penjuru fakultas, PPDU, dan Direktorat Pascasarjana, yaitu sebanyak 48 lab/studio/bengkel di FTE/SEE, 12 lab/studio/bengkel di FRI/SIE, 11 lab/studio/bengkel di FIF/SC, 8 lab/studio/bengkel di FEB/SEB, 4 lab/studio/bengkel di FKB/SCB, 12 lab/studio/bengkel di FIK/SCI, 12 lab/studio/bengkel di FIT/SAS, 1 studio Pascasarjana, dan 2 lab dasar di PPDU, sehingga secara keseluruhan berjumlah 110 lab/studio/bengkel.

Keseluruhan lab/studio/bengkel merupakan sumberdaya akademik yang difungsikan untuk penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu untuk pendidikan, penelitian, serta untuk pengabdian kepada masyarakat, baik oleh para dosen yang masing-masing tergabung dalam kelompok-kelompok keahlian maupun oleh para mahasiswa dengan bimbingan para dosen tersebut. Dengan demikian, di samping untuk mendukung teknik pelaksanaan program-program pendidikan yang memerankan fungsi transformasi para mahasiswa agar menjadi para ahli dalam pembangunan, lab/studio/bengkel merupakan sarana yang difungsikan untuk penelitian yang menghasilkan produktivitas publikasi ilmiah ke berbagai fora ilmiah nasional maupun internasional dari hasil-hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Sivitas Akademik.

Masing-masing lab/studio/bengkel tersebut adalah sebagai berikut:

  • Fakultas Teknik Elektro (FTE)
    School of Electrical Engineering (SEE)

    • Lab. Jaringan Komunikasi Data
    • Lab. Jaringan Akses
    • Lab. Sistem Operasi
    • Lab. Basis Data
    • Lab. Object Oriented Programming
    • Lab. Keamanan Jaringan
    • Lab. Embedded System
    • Lab. Multimedia
    • Lab. Sistem Komunikasi Bergerak
    • Lab. Sistem Komunikasi
    • Lab. Elektronika Komunikasi
    • Lab. Dasar Transmisi
    • Lab. Sistem Komunikasi Optik
    • Lab. Antena
    • Lab. Gelombang Mikro
    • Lab. Perancangan Sistem Elektronika
    • Lab. Pengukuran Besaran Elektrik
    • Lab. Teknik Digital
    • Lab. Elektronika Digital
    • Lab. Dasar Sistem Kontrol
    • Lab. Elektronika
    • Lab. Rangkaian Listrik
    • Lab. Elektronika Biomedik
    • Lab. Pengolahan Sinyal Digital
    • Lab. Mikroprosesor
    • Lab. Teknik Switching
    • Lab. Computer and Communications (C&C)
    • Lab. Termodinamika Teknik
    • Lab. Rekayasa Energi I
    • Lab. Rekayasa Energi II
    • Lab. Teknik Tenaga Listrik
    • Lab. Fisika Komputasi
    • Lab. Fisika Akustik
    • Lab. Instrumentasi dan Kontrol
    • Lab. Riset Sistem Perangkat Televisi (CATV)
    • Lab. Riset TV Digital
    • Lab. Riset Robotika
    • Lab. Riset Internet Application Research and Development (IARD)
    • Lab. Riset Aeromodelling and Payload Telemetry (APTRG)
    • Lab. Riset Sistem dan Elektronika Komunikasi
    • Lab. Riset Nano-satelit & Statiun Bumi
    • Lab. Riset Sistem Elektronika
    • Lab. Riset Automasi Industri
    • Lab. Riset Pengolahan Sistem Informasi
    • Lab. Riset Sistem Komputer
    • Lab. Riset Material Eletronika
    • Bengkel Mekanika
    • Bengkel Mobil Listrik
  • Fakultas Rekayasa Industri (FRI)
    School of Industrial Engineering (SIE)

    • Lab. Perancangan Tata Letak Fasilitas (PTLF)
    • Lab. Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi (APK & E)
    • Lab. Gambar Teknik
    • Lab. Proses Manufaktur (Prosman)
    • Lab. Sistem Produksi dan Otomasi (Sispromasi)
    • Lab. Statistika Industri dan Penelitian Operasional (SIPO)
    • Lab. Simulasi Bisnis (Simbi)
    • Lab. Tekno Ekonomi (Tekmi)
    • Lab. Sistem Operasi dan Jaringan (SISJAR)
    • Lab. Business Process Analysis and Design (BPAD)
    • Lab. Programming & Database (Prodase)
    • Lab. Pengembangan Enterprise Resource Planning (ERP)
  • Fakultas Informatika (FIF)
    School of Computing (SC)

    • Lab. Rekayasa Perangkat Lunak
    • Lab. Basis Data
    • Lab. Data Mining Center
    • Lab. Computing
    • Lab. Pemrograman
    • Lab. Artificial Inteligent
    • Lab. Multimedia
    • Lab. Hardware
    • Lab. Sistem Komputer
    • Lab. Telematika
    • Lab. Unified Communication
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
    School of Economics and Business (SEB)

    • Lab. Simulasi Bisnis
    • Lab. Akuntansi
    • Lab. Komputer
    • Lab. E-Commerce
    • Lab. Aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP)
    • Studio Content Bisnis
    • Lab. Bahasa
    • Lab. Statistik
  • Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB)
    School of Communications and Business (SCB)

    • Lab. Administrasi Bisnis
    • Lab. Penyiaran Radio
    • Lab. Penyiaran TV
    • Lab. Fotografi
  • Fakultas Industri Kreatif (FIK)
    School of Creative Industries (SCI)

    • Lab. Multi Media
    • Lab. Desain Komunikasi Visual
    • Lab. Multimedia Desain Komunikasi Visual
    • Lab. Gambar
    • Lab. Bahasa
    • Studio Fotografi
    • Studio Videografi
    • Studio Musik Digital
    • Studio Desain Komunikasi Visual
    • Studio Kriya Tekstil dan Mode
    • Studio Lukis
    • Studio Patung
  • Fakultas Ilmu Terapan (FIT)
    School of Applied Science (SAS)

    • Lab. Komputer
    • Lab. Programming
    • Lab. Database
    • Lab. Enterprise Resources Planning
    • Lab. Hardware
    • Lab. Multimedia
    • Lab. Jaringan
    • Lab. Programmable Logic Control
    • Lab. Elektronika Dasar
    • Lab. Food and Baverage
    • Lab. Perhotelan
    • Bengkel Elektronika
  • Direktorat Pascasarjana
    Graduate School

    • Studio Penelitian Pascasarjana
  • Program Perkuliahan Dasar dan Umum (PPDU)
    • Lab. Fisika Dasar
    • Lab. Dasar Komputer

Perpustakaan

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Telkom yang bertempat di lantai 3-4-5 Gedung Learning Center ini merupakan salah satu sarana pendukung dan penunjang dalam menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Proses Belajar Mengajar, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Perpustakaan Telkom University dikembangkan sebagai Knowledge Management Center yang senantiasa memastikan ketersediaan koleksi pustaka kurikuler, koleksi pustaka pendukung riset, koleksi pustaka wawasan umum dan sastra, koleksi pustaka kebangsaan, koleksi pustaka wawasan global, dan lain-lain, dengan jumlah judul pustaka dan jumlah koleksi minimal yang sesuai ketentuan Standar Nasional Pendidikan T