Categories
Belajar Islam Blogs

Akhlak Mulia Lebih baik dari shalat malam dan puasa

contoh akhlak mulia, senyum manis,
melakukan yang makruf (kebajikan),
menghilangkan gangguan

Saya baru ngeuh mengenai hadits ini, sungguh mulut ini sangat perlu dijaga…

Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ شَىْءٍ يُوضَعُ فِى الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلاَةِ

Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlaq yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlaq mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2134. Syaikh Al-Abani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih Al Jaami’ no. 5726.)

Dalam riwayat Tirmidzi—haditsnya dinyatakan hasan shahih—disebutkan pula hadits dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي مِيْزَانِ المُؤْمِنِ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ، وَإِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الفَاحِشُ البَذِي

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat selain akhlaknya yang baik. Allah sangat membenci orang yang kata-katanya kasar dan kotor.”

Faedah hadits:

1- Contoh husnul khuluq atau berakhlak yang baik sebagaimana dikatakan oleh ‘Abdullah bin Al-Mubarak adalah:

  • senyum manis
  • melakukan yang makruf (kebajikan)
  • menghilangkan gangguan

2- Yang dimaksudkan dengan hadits di atas adalah yang berat pahalanya dalam mizan (timbangan).

3- Allah mencintai dan meridhai orang yang berakhlak mulia.

4- Al-fahisy yang dimaksud dalam hadits adalah orang yang mengeluarkan perkataan yang tidak enak didengar atau perkataan yang tidak pantas. Al-badzi adalah orang yang berkata kotor. Jadi, orang yang bisa menjaga perkataannya adalah orang yang akan berat timbangannya.

5- Mizan (timbangan) amalan itu ada dan wajib diimani.

Referensi:

Al-Ajru Al-Kabir ‘ala Al-‘Amal Al-Yasir. Cetakan pertama, Tahun 1415 H. Muhammad Khair Ramdhan Yusuf. Penerbit Dar Ibnu Hazm. hlm. 76.

Sumber https://rumaysho.com/16991-akhlak-mulia-dan-tutur-kata-yang-baik-memberatkan-timbangan.html

By Hilfan Soeltansyah

Bapak dari 2 anak lelaki, yang memiliki passion di kewirausahaan dalam bidang ICT, kerja di dunia pendidikan Telkom University di Direktorat Pusat Teknologi Informasi Tel-U.
https://hilfan-s.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories
Belajar Islam Blogs

Noble Morals better than night prayers and fasting

examples of noble character, sweet smile,
do what is right (virtuous)
remove distractions

I just realized about this hadith, this mouth really needs to be taken care of…

From Abu Darda ‘  radhiyallahu’ anhu , the Prophet  sallallaahu ‘alaihi wa sallam  said,

Nothing is put in the balance heavier than good manners, and the one who has good manners will reach righteousness.

“ There is no practice that if placed in the scales is heavier than noble morals. Indeed, people with noble morals can reach the degree of people who are diligent in fasting and diligent in prayer . “(Narrated by Tirmidhi no. 2134. Shaykh Al-Abani said that this hadith is  saheeh . See  Sahih Al Jaami ‘  no. 5726.)

In the narration of Tirmidhi — the hadith is declared  hasan sahih — there is also a hadith from Abu Darda ‘radhiyallahu’ anhu, the Prophet sallallaahu ‘alaihi wa sallam said,

Nothing will be heavier in the balance of the believer on the Day of Resurrection than good manners, and God hates obscene and immoral people.

“There is nothing heavier in the scales of a believer on the Day of Judgment other than his good morals. God hates people whose words are rude and dirty. ”

Benefits of hadith:

1- Examples of husnul khuluq or good morals as said by ‘Abdullah bin Al-Mubarak are:

2- What is meant by the hadith above is the weight of the reward in mizan (scales).

3- Allah loves and is pleased with people who have noble character.

4- Al-fahisy which is meant in the hadith is the person who utters words that are not pleasant to hear or words that are not appropriate. Al-badzi is a person who says dirty. So, the person who can keep his word is the person who will weigh the scales.

5- Mizan (scales) of the practice exists and must be believed.

Reference:

Al-Ajru Al-Kabir ‘ala Al-‘Amal Al-Yasir . Cetakan pertama, Tahun 1415 H. Muhammad Khair Ramdhan Yusuf. Penerbit Dar Ibnu Hazm. hlm. 76.

Source  https://rumaysho.com/16991-akhlak-mulia-dan-tutur-kata-yang-baik-berating-timbangan.html

By Hilfan Soeltansyah

Bapak dari 2 anak lelaki, yang memiliki passion di kewirausahaan dalam bidang ICT, kerja di dunia pendidikan Telkom University di Direktorat Pusat Teknologi Informasi Tel-U.
https://hilfan-s.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *