Close

Lebih baik bersedekah dari pada beli terompet

Jika kita perkirakan, apabila setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp. 2.000,- untuk membeli terompet dan sesuatu yang dapat memeriahkannya, sedangkan orang yang merayakan tahun baru sekitar 200 juta penduduk Indonesia, maka berapakah jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu itu, Hal itu baru perkiraan harga terompet sekitar Rp. 2.000,- lantas bagaimana jika harganya mencapai Rp. 15.000,- per buah? Dan berapa rupiahkah yang mesti terbuang dengan percuma? Padahal masih banyak saudara-saudara kita yang masih membutuhkan uluran tangan kita. Pedagang Terompet Tahun Baru Sumber : http://data.tribunnews.com/foto/images/preview/20131230_222858_pedagang-terompet-tahun-baru.jpgvar uid = ‘34055’;var wid = ‘63234’;Terompet, suatu benda yang dapat mengeluarkan suara berisik. Entah siapa yang pertama kali mengawali membuat terompet, yang jelas bahwa benda itu menjadi sebuah hal yang identik dengan pesta dan perayaan. Termasuk diantaranya adalah tradisi meniup terompet disetiap pergantian tahun diakhir tahun masehi, bahkan terompet tahun baru bukan hanya sekedar berbentuk mencorong panjang, sekarang ini bentuk terompet tahun baru sudah semakin rumit. Mulai dari bentuk mirip alat music hingga bentuk naga dengan berbagai lekukannya, sungguh kebiasaan yang dapat membawa rejeki bagi sebagian masyarakat Indonesia yang kreatif, lantas bagaimanah Islam memandang budaya tersebut?Membunyikan Terompet Adalah Perilaku Orang-Orang YahudiMeniup terompet pada tahun baru merupakan budaya masyarakat Yahudi, bahkan menurut berbagai sumber bahwa meniup terompet merupakan perintah Allah kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dalam syari’at Taurat untuk menyambut datangnya Rosh Hasanah atau tahun baru Taurat, yang jatuh pada bulan ketujuh atau tanggal 1 bulan Tishri dalam kalender Ibrani purba.Dalam Alkitab disebutkan;“Katakanlah kepada orang-orang Isra’el, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup serunai (terompet), yakni hari pertemuan kudus” (Imamat 23:24)Hari raya ini terjadi pada hari pertama dari bulan ketujuh, mungkin sebagai peringatan dan persiapan bagi Hari Pendamaian yang sudah dekat. Allah menginginkan agar Israel merenungkan hal-hal rohani,

Silakan berikan komentar, pertanyaan, maupun sanggahan. InsyaAllah dibalas secepatnya.

© 2019 Just Shared on Tel-U | WordPress Theme: Annina Free by CrestaProject.
%d blogger menyukai ini: