Hari ini beres-beres kebon dan kolam, kepikiran bikin hidroponik, botol-botol lumayan sudah banyak. Ternyata ada yang kurang…. Yap yang kurangnya adalah air vitaminnya, buat makanan si tanaman. Jadi keingetan sistem hidroponik tapi yang dialirkan dari air kolam, ternyata menurut mang gugel, namanya aquaponik.

Aquaponik dengan kolam ikan, menghasilkan sayuran dan ikan di lahan sempit.

Perbedaan hidroponik dan aquaponik, yang  pertama adalah hidroponik menggunakan pupuk kimia sedangkan aquaponik menggunakan pupuk dari kotoran ikan dan bisa juga menggunakan kotoran hewan ternak yang telah diproses (contohnya kootoran ayam).

Pupuk kimia yang ditambahkan ke dalam air dalam sistem hidroponik, lama kelamaan menjadi jenuh. Apabila air telah menjadi jenuh oleh pupuk kimia, maka harus dibuang. Pembuangan air yang telah jenuh pupuk kimia ke selokan dan sungai akan mencemari air dan sungai tersebut. Dengan demikian, hidroponik kurang ramah lingkungan.

Pada sistem aquaponik hampir tidak menghasilkan limbah yang dibuang. Hal ini karena limbah yang dihasilkan langsung dipakai kembali. Kotoran ikan langsung dipakai untuk pupuk bagi tanaman. Demikian juga kotoran ayam dalam sistem aquaponik yang lebih kompleks mengalami proses yang akan menghasilkan larva lalat dan cacing yang dapat diberikan kembali kepada ayam maupun ikan. kotoran yang dihasilkan oleh larva lalat maupun cacing dapat diberikan kepada tanaman sebagai tambahan nutrisi yang telah diperoleh dari kotoran  ikan.

Simpen dulu ah sketsa sistem aquaponik hasil gugling… :)

 

 

Dari berbagai sumber:

https://belajaraquaponik.wordpress.com/

http://fokustanaman.blogspot.com/2015/10/enam-model-aquaponik-untuk-lahan-sempit.html

https://www.facebook.com/rejekitanifarm/media_set?set=a.1132047643493208.1073741893.100000639498750&type=3

Silakan berikan komentar, pertanyaan, maupun sanggahan. InsyaAllah dibalas secepatnya.