[:id]Saat Abu Jahal-Abu Jahal dilahirkan dibumi Indonesia[:]

[:id]Isi postingan ini bersumber pada tulisan rekan di FB, sedangkan judul merupakan analogi saja. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dan sebagai instropeksi terhadap diri sendiri.

Mari kita tengok apa yang terjadi di negeri ini.. ternyata sudah jelas dituliskan dalam ayat Al Qur’an cahaya hidup kita di dalam surat Al An’am ayat 123 berikut ini. Mari kita simak yuuuk

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.(6: 123)

Sebelumnya telah disebutkan bahwa sebagian tokoh dan pembesar Mekah seperti Abu Jahal senantiasa melakukan konspirasi terhadap Nabi Muhammad Saw dan para sahabat beliau, dengan tujuan menghalangi pesatnya pengaruh kaum Muslimin. Ayat ini berbicara kepada Nabi Saw dan kaum Muslimin dengan mengatakan, keberadaan orang-orang seperti Abu Jahal bukanlah hal baru. Di sepanjang sejarah, orang-orang seperti Abu Jahal senantiasa ada yang menentang dakwah para nabi dan menciptakan berbagai konspirasi terhadap mereka.
Oleh karena setiap amal perbuatan baik atau buruk yang dilakukan oleh umat manusia senantiasa berada di bawah kekuasaan Allah, sehingga tanpa kekuasaan Allah manusia tidak akan mampu melakukan perbuatan apapun, maka ayat ini mengatakan, orang-orang jahat yang selalu berdiri menghadang kebenaran, jangan menyangka bahwa Allah tidak mau menghancurkan mereka, atau bahwa mereka telah keluar dari kekuasaan Allah Swt. Bahkan mereka itu, mengerahkan pikiran untuk selalu menciptakan konspirasi jahat dan tipudaya, dengan menggunakan kekuatan yang diberikan oleh Allah, dimana setiap saat Allah mampu menariknya kembali. Akan tetapi Sunnatullah telah menentukan bahwa,di dunia ini manusia memiliki kebebasan untuk memilih perbuatannya. Allah senantiasa memberikan jalan kepada manusia untuk memilih jalan yang ia sukai.

Dari ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:

  1. Para pemimpin yang jahat dan para penguasa ekonomi serta cendikiawan yang sesat, merupakan akar kerusakan masyarakat.
  2. Logika para penentang nabi hanya tipu daya, makar, konspirasi dan penyesatan, bukannya kejujuran, kebenaran dan kebersihan.
  3. Penggali sumur selalu berada di dasar sumur itu sendiri. Artinya, akibat-akibat buruk tipu daya mula-mula akan menimpa pembuat dan perancangnya.

 

Mohon maaf.. tipu daya tidak hanya di level pimpinan tertinggi di negeri ini – ga usah bicara rekaman papa minta saham, bahkan di level gojek pun ada “order fiktif”…

so kerusakan memang sudah merasuk ke semua level, termasuk yang posting tulisan ini alias hamba Allah ini.

Astaghfirullah al adzim…

Sumber:

Leave a Reply

%d bloggers like this: