kaos backtrack

[:id]Rutinitas sysadmin supaya ngga banyak komplain[:en]Sysadmin routine to prevent a lot of complaints from user[:]

[:id]Sebagai staf TIK dari sebuah perusahaan, khususnya bagi yang mendapat posisi untuk mengurusi server (biasanya disebut sebagai sysadmin), baik itu server website, email, dan aplikasi internal lainnya, pasti Anda pernah mendapat komplain baik dari atasan atau client saat  layanan aplikasi (misalnya website) dalam proses downtime (mati, lagi perawatan, terkena hack) atau gangguan server lainnya.  Sysadmin bukan seorang super hero yang mampu melakukan segalanya, namun kadang sysadmin merupakan tumpuan harapan kalau ada masalah di server… cie…cie…

tux wicked linux

tux wicked linux

Celakanya mayoritas downtime yang terjadi bukan dari yang kita rencanakan, tetapi dikarenakan gangguan dari eksternal (hacker, provider hosting, jaringan internet dll). Nah, untuk bisa lebih meminimalisir terjadinya gangguan di hosting Anda, perlu adanya pengecekan secara rutin yang bisa Anda lakukan sendiri. Setidaknya anda sebagai sysadmin bukan staf yang patut dipersalahkan apabila ada layanan perusahaan anda yang mati.

 

Untuk mencegah downtime yang terjadi diluar perkiraan kita sebagai sysadmin, sebaiknya dilakukan beberapa pencegahan yang sifatnya dapat meminimalisir downtime, yang akhirnya akan mengurangi masuknya komplain ke kita… hihihihih…. minimal bebas begadang lah….

 

  1. Lakukan update berkala
    Update yang dimaksud adalah update untuk keseluruhan sistem, dari mulai password akses (akses ke server aplikasi, database, website, administrator aplikasi, cpanel, dan password lainnya), update patch server, aplikasi service yang digunakan server (misalnnya apache, nginx, dll), plugin aplikasi, tools firewall dan security.Kenapa password harus diupdate, hal ini sebagai pencegahan terhadap akses-akses yang tidak bertanggung jawab yang mencoba login ke sistem anda (misalnya dari hacker eksternal maupun internal perusahaan, pegawai yang sakit hati misalnya… hehehehe…)Disisi user, baiknya sysadmin juga memberikan arahan agar user juga melakukan update konten sesuai dengan aturan yang baik, misalnya user tidak diberikan hak akses sebagai administrator, kecuali dengan sepengetahuan atasannya. User diharapkan mengupdate plugin yang diinstal sendiri diluar sepengetahuan sysadmin.
  2. Bikin sistem backup rutin
    Pekerjaan membackup sebetulnya bisa dilakukan manual, hanya saja itu artinya sysadmin akan melakukan pekerjaan rutinitas yang sama dari waktu ke waktu, tentu ini bikin bosan… hehehehe… Sebaiknya sysadmin membuat sistem backup yang otomatis, dan ada baiknya file backupnya disimpan diluar sistem produksi (sistem yang dipakai live oleh user), misalnya saja ke colocation yang beda tempat, ke google drive, dll. Tentu itu semua tergantung kebijakan perusahaan, bahkan mungkin dipangaruhi oleh kemampuan wordpress custom post typesanggaran perusahaan.Kenapa harus dilakukan backup rutin, ini lebih dikarenakan agar data yang telah diinputkan oleh user bisa tetap dipertahankan keberadaannya walaupun sistem yang biasa digunakan benar-benar tidak bisa lagi diperbaiki.
  3. Gunakan tools untuk memantau semua server
    Apabila server yang dikelola sysadmin masih dibawah 5 unit mungkin seorang sysadmin masih mampu memantau semua servernya tanpa bantuan tools, tapi kalau sudah banyak, wahhh… diajamin sysadmin bakal kelabakan kalau ditanya sama atasan bagaimana kondisi server sekarang? belum lagi harus melakukan login ke setiap aplikasi/server.Tentu akan sangat membantu apabila kita dapat mengetahui setiap masalah secepat hal tersebut terjadi. Ada beberapa tools open source dan Free untuk memantau server atau jaringan sehingga dapat mencari solusi secepat mungkin dalam menangani masalah tersebut. Seperti contohnya Uptime Robot, Statuscake, New Relic, dan masih banyak lagi. Tools ini akan sangat membantu, karena dapat melakukan pengecekan secara menyeluruh dan real time mengenai kondisi server Anda. Yang di cek adalah; Caching, Web & Mobile Apps, Database, Servers, CPU Utilization, Health Issues, Disk I/O Utilization, Memory Utilization, dan Disk Capacity
  4. Perhatikan kapasitas server
    User itu kadang tidak mau tahu kalau ternyata kapasitas server kita terbatas, biasanya mereka main upload saja file apa adanya, misalnya upload gambar tanpa dikompres. Nah disini sebagai sysadmin harus bisa memberikan informasi mengenai kapasitas server kepada user maupun manajemen perusahaan, gunanya sebagai antisipasi untuk bisa dilakukan pengadaan guna meningkatkan kapasitas. Kapasitas yang dimaksud bukan hanya kapasitas hardisk tai juga memori (RAM) serta CPU usage.

    virtual machines

    virtual machines

    Ada beberapa error yang timbul apabila kapsitas hardisk sebuah server telah penuh, misalnya; Tidak bisa login email, ftp maupun CPanel
    Tidak bisa mengirim ataupun menerima email, Session Timeout, Tidak bisa upload/menambah data baru, Database gagal menulis dan dalam kondisi tertentu bisa rusak/corrupt, Tidak bisa melakukan backup.

  5. Jaga agar aksi layanan sesuai SLA
    SLA (service level agreement) biasanya diterangkan diawal saat kita beli suatu layanan ke pihak ketiga, ataupun SLA yang kita berikan ke user internal kita. Nah kenapa harus menjaga SLA, dikarenakan supaya layanan yang kita berikan ke user selalu terjaga pada batas maksimal, nah apabila layanan yang kita SLA akan ke user internal dipengaruhi oleh provider eksternal, maka kita perlu juga monitoring layanan yang diberikan oleh pihak ke 3 tersebut (misalnya provider jalur internet, colocation/hosting, bahkan layanan aplikasi yang bersifat SaaS). Sysadmin harus bisa memberikan laporan kepada atasan/manajemen apabilanya penyedia layanan pihak ketiga tidak memenuhi SLA yang telah disepakati.

 

5 tips diatas setidaknya bisa meringankan pekerjaan seorang sysadmin, dan bisa mengurangi tumpuan kesalahan kepada seorang staf yang mengurusi server :p…. nasib emang sysadmin… so.. work smarter better than work hard.. CMIIW.. yang kaya gini

 

Dikutip dari: http://pick.beon.co.id/artikel-1/#tips[:en]As staff of ICT in a company, especially for those who gain a position to take care of the server (usually referred to as a “sysadmin”), either server website, email, and others internal applications, surely you’ve got a complaint either from the employer or client when the service application (eg website ) in process downtime (death, under maintenance, hacked) or other server interruption. Sysadmin not a super hero who is able to do everything, but sometimes sysadmin is a beacon of hope if there is a problem on the server … cie … cie …

 

tux wicked linux

tux wicked linux

Unfortunately the majority of the downtime that occurs not from what we planned, but due to the interference of external (hacker, hosting provider, the Internet, etc.). Well, to be more minimize disruptions in your hosting, the need for routine checks you can do yourself. At least you as a sysadmin staff not to blame if there is a service company there dead.

 

To prevent downtime events beyond our expectations as a sysadmin, you should do some precautions that can minimize downtime, which ultimately will reduce the influx of complaints to us … hihihihih …. minimal free stay up at night ….

 

  1. Perform periodic update
    Mean of update is an update for the entire system, from the password to access (access to the application server, database, website, application administrator, cpanel, and other passwords), the patch update server, application service used by server (ex; apache, nginx, etc.) , plug-in applications, tools security. Why firewall and password should be updated, it is as a precaution against accesses irresponsible attempt to log into your system (eg, from external hackers or internal, disgruntled employee, for example … hehehehe …   :roll:User side, good sysadmin also give directives to the user as well to update the content in accordance with the rules of good, for example, the user is not granted permissions as an administrator, except with the knowledge of his superiors. Users are expected to update the plugin installed themselves outside the knowledge of the sysadmin.
  2. Make regular backups of system
    Backup jobs actually be done manually, it’s just that it means sysadmins will do the job the same routine over time, this would make bored … hehehehe :lol:  … Should sysadmin makes automated backup system, and thus it is backed up files are stored outside the system production (live system used by the user), such as colocation to a different place, to google drive, etc. Of course it all depends on the company’s policy, perhaps influenced by the ability of the company’s budget.wordpress custom post typesWhy should do regular backups? This is due so that the data that has been entered by the user could still be protected even if the system is used really can no longer be repaired.
  3. Use the tools to monitor all servers
    If the managed server sysadmins still below 5 units a sysadmin may still be able to monitor all servers without the aid of tools, but if you have a lot, wahhh … guaranteed sysadmin would be at a loss when asked his boss how server condition now? not to mention having to log into each application / server. It would be very helpful if we could find out any problems as soon as they occur. There are several open source and Free tools for monitoring servers or networks so as to seek a solution as soon as possible in dealing with the problem. For example Uptime Robot, Statuscake, New Relic, and much more. These tools will be very helpful, because it can be checked thoroughly and real time about the state of your server. That in check is; Caching, Web & Mobile Apps, Databases, Servers, CPU Utilization, Health Issues, Disk I / O Utilization, Memory Utilization and Disk Capacity
  4. Note the server capacity
    Users that sometimes do not want to know if it’s limited capacity of our servers, they usually play only upload a file as it is, for example, upload images without being compressed. Well here as a sysadmin should be able to provide information about the capacity of the server to the user and the company’s management, the use of anticipation for procurement can be done to increase the capacity. Capacity is not only a hard drive capacity but also the memory (RAM) and CPU usage.

    virtual machines

    virtual machines

    There are some errors that arise when a server hard drive full capacity, for example; Can not login email, ftp or cPanel
    Can not send or receive email, Session Timeout, can not upload / add new data, Database failed writing and under certain conditions can be damaged / corrupt, can not perform backups.

  5. Keep the action of service according to SLA
    SLA (service level agreement) is usually explained at the beginning when we buy a service to third parties, or SLA that we give to our internal user. Well why should maintain SLA? because to give the services that we provide to the user is always maintained at the maximum limit, if the services we SLA going into internal users affected by the external provider, then we should also monitoring the services provided by 3rd parties (eg provider internet point, colocation / hosting, application services that are even SaaS).
    Sysadmin should be able to give a report to the supervisor / management if third party service providers do not meet the agreed SLA.

 

5 tips above can at least ease the work of a sysadmin, and can reduce pedestal error to a staff member in charge of the server: p …. weve sysadmin fate … so .. work smarter better than work hard .. CMIIW ..
yang kaya gini

 

Quoted from: http://pick.beon.co.id/artikel-1/#tips[:]

Leave a Reply

%d bloggers like this: